Time Indonesia – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pariwisata. Media sosial kini menjadi salah satu sarana promosi yang paling efektif dalam memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat luas. Di tengah meningkatnya penggunaan platform digital, desa wisata dituntut untuk mampu beradaptasi dengan pola promosi modern agar tetap memiliki daya saing dan mampu menarik minat wisatawan. Salah satu media yang memiliki pengaruh besar dalam promosi wisata adalah Instagram karena mampu menyajikan informasi dalam bentuk visual yang menarik, cepat, dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan media sosial Instagram di Desa Wisata Pendidikan dan Ketahanan Pangan Dukuh Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 21 April 2026 dengan peserta utama para pengurus desa wisata. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi digital yang kreatif, informatif, dan berkelanjutan.
Desa Wisata Pendidikan dan Ketahanan Pangan Dukuh Pandowoharjo memiliki potensi wisata yang cukup besar, terutama pada sektor edukasi pertanian, ketahanan pangan, serta aktivitas masyarakat berbasis kearifan lokal. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikenal masyarakat luas karena keterbatasan dalam pengelolaan promosi digital. Sebagian besar promosi masih dilakukan secara konvensional dari mulut ke mulut sehingga jangkauan informasi menjadi terbatas. Selain itu, pengurus desa wisata juga belum memiliki pemahaman yang optimal mengenai strategi pengelolaan konten media sosial yang menarik dan efektif.
Melalui kegiatan pelatihan ini, mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta berupaya memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada pengurus desa wisata mengenai dasar-dasar pengelolaan Instagram. Materi pelatihan meliputi pembuatan akun profesional, teknik fotografi sederhana menggunakan telepon genggam, pembuatan caption yang komunikatif, penggunaan hashtag, hingga strategi meningkatkan interaksi dengan audiens. Peserta juga diajak memahami pentingnya konsistensi unggahan serta identitas visual dalam membangun citra desa wisata.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif dan partisipatif. Para pengurus desa wisata terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik pembuatan konten promosi. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan cara mengambil foto objek wisata, mengedit konten sederhana, serta mengunggah hasilnya ke Instagram. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan digital pengurus desa wisata dalam mengelola akun media sosial secara mandiri.
Pelatihan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital pengelola desa wisata. Kehadiran media sosial Instagram sebagai sarana promosi dinilai mampu membuka peluang baru bagi pengembangan desa wisata. Informasi mengenai aktivitas wisata, produk lokal, dan potensi edukasi desa kini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat luar daerah. Dengan promosi yang lebih menarik dan terstruktur, peluang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan juga semakin besar.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi peran mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membantu masyarakat menghadapi tantangan era digital. Pendekatan pemberdayaan yang dilakukan menempatkan pengurus desa wisata sebagai subjek utama sehingga kemampuan yang diperoleh dapat terus dikembangkan secara mandiri setelah kegiatan selesai.
Ke depan, pengelolaan media sosial desa wisata perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Dukungan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, akademisi, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam membangun promosi digital yang konsisten dan inovatif. Dengan pemanfaatan Instagram yang optimal, Desa Wisata Pendidikan dan Ketahanan Pangan Dukuh Pandowoharjo diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukatif yang dikenal luas serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.












