Time Indonesia – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) S2 dan S1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Muhammadiyah Pakel pada Senin (20/4) dan Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di kelas 3 Tabligh ini bertujuan meningkatkan kemampuan speaking dan critical thinking siswa melalui pendekatan story-task based activities melalui reading aloud.
Program ini melibatkan Dr. Iin Inawati, M.Pd., Dr. Ratri Nur Hidayati, M.Pd., B.I., dan Rahmi Munfangati, S.S., M.Pd., serta empat mahasiswa PBI UAD.
Sebelum pelaksanaan di kelas, tim dosen terlebih dahulu melakukan tahap persiapan dengan memberikan pelatihan kepada mahasiswa terkait teknik reading aloud dan dialogic reading. Pelatihan ini bertujuan agar mahasiswa mampu mendampingi siswa secara efektif selama kegiatan berlangsung. Cerita yang digunakan dalam pembelajaran adalah “Nana and Didi Save Our Earth” yang dipilih karena mengandung nilai edukatif cinta lingkungan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Pada hari pertama, Senin (20/4), kegiatan difokuskan pada pengenalan cerita dan kosakata bahasa Inggris yang relevan dengan isi cerita. Dr. Iin Inawati, M.Pd. bersama mahasiswa memandu siswa memahami alur cerita sekaligus memperkenalkan vocabularies secara kontekstual. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan mulai berani mempraktikkan membaca cerita secara nyaring.
“Melalui pendekatan berbasis cerita, anak-anak belajar bahasa secara alami, tidak hanya menghafal, tetapi memahami dan berani berbicara,” ujar Ketua Tim Pengabdi, Dr. Iin Inawati, M.Pd. Hasil awal menunjukkan sebagian siswa sudah mampu membaca dengan cukup lancar, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum fasih dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Selain kemampuan berbicara, aspek critical thinking juga mulai diperkenalkan melalui pertanyaan sederhana terkait isi cerita. Namun, sebagian besar siswa masih berada pada tahap memahami (comprehension) dan belum mampu memberikan alasan (reason) secara mendalam. Meski demikian, beberapa siswa sudah mulai menunjukkan kemampuan berpikir kritis dengan memberikan jawaban yang disertai alasan sederhana.
“Ini merupakan tahap awal yang penting. Anak-anak mulai berani menyampaikan pendapat, dan ke depan akan kami dorong untuk memberikan alasan yang lebih logis,” tambah Dr. Iin Inawati, M.Pd.
Pada hari kedua, Rabu (22/4), sebanyak 26 siswa dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing didampingi oleh satu dosen dan satu mahasiswa. Dalam sesi ini, kemampuan reading aloud dan critical thinking siswa dinilai secara langsung melalui praktik dan diskusi kelompok. Kegiatan diakhiri dengan menyerahkan 3 buku besar dan 3 buku ukuran sedang ke sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah Pakel, Arif Rahman Hakim, M.Pd.I., menyambut baik kegiatan ini. “Program ini sangat bermanfaat karena membantu siswa lebih percaya diri dalam berbahasa Inggris sekaligus melatih cara berpikir mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap terjadi peningkatan bertahap pada kemampuan speaking dan critical thinking siswa, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Program ini juga menjadi langkah awal dalam menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih komunikatif, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa sejak dini.












