Nasional

Sasar Pasar Internasional, Produk UMK Kampar Unjuk Gigi di IndoVEC Expo 2026 Batam

482
×

Sasar Pasar Internasional, Produk UMK Kampar Unjuk Gigi di IndoVEC Expo 2026 Batam

Sebarkan artikel ini
Istimewa

Time Indonesia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) terus mendorong produk lokal menembus pasar yang lebih luas dengan mengikuti IndoVEC Expo 2026 yang digelar pada 1–4 Mei di Mega Mall Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses pasar sekaligus menguji daya saing produk UMK Kampar di luar daerah.

Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari Batik Kampar, olahan ikan patin seperti abon dan kerupuk kulit patin, hingga produk olahan kelor, jahe merah, singkong panggang, salai podeh, serta berbagai produk khas lainnya.

Keberagaman tersebut mencerminkan upaya peningkatan nilai tambah komoditas lokal, di mana bahan baku yang sebelumnya dijual mentah kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar, Syarifuddin, mengatakan keikutsertaan dalam pameran ini dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus mendorong transaksi langsung.

“Produk UMK Kampar memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui ajang ini, kami ingin membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujar Syarifuddin, di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan bahwa tujuan utama partisipasi bukan hanya promosi, tetapi juga memperluas distribusi dan mendorong produk lokal masuk ke pasar baru.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan memacu pelaku UMK untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperbaiki kemasan agar lebih kompetitif.

Pemilihan Kota Batam sebagai lokasi pameran dinilai strategis karena kedekatannya dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, sehingga membuka peluang promosi ke pasar internasional.

Di sisi lain, keberadaan masyarakat Kampar yang merantau di Batam juga menjadi potensi pasar tersendiri bagi produk khas daerah.

“Produk lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai emosional bagi perantau,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan keikutsertaan ini dapat meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar UMK.

Momentum ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk lokal Kampar untuk menembus pasar internasional serta memperkuat daya saing di tengah persaingan global.

“Dengan mendorong UMK tampil di pasar yang lebih luas, kami optimistis pelaku usaha dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *