Nasional

HJB ke-544: Menjalin Harmoni Melalui Silaturahmi Akbar Perguruan Silat se-Kota Bogor, Asep Yusuf, M.Pd Ajak Masyarakat Rawat Modal Sosial

516
×

HJB ke-544: Menjalin Harmoni Melalui Silaturahmi Akbar Perguruan Silat se-Kota Bogor, Asep Yusuf, M.Pd Ajak Masyarakat Rawat Modal Sosial

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia – BOGOR, 19 Juni 2026 – Semangat kebersamaan merekah di tanah Pasundan saat ratusan pesilat berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Latihan Bersama Perguruan Silat se-Kota Bogor. Acara yang diinisiasi secara kolaboratif oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) ini digelar sebagai bagian dari perayaan khidmat Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, sekaligus menjadi ruang pameran keluhuran budi pekerti masyarakat Bogor.

Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan partisipasi aktif dari Perguruan Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor. Dipimpin langsung oleh sang Ketua Perguruan Pusat, M. Syahrudin (Ki Elun), paguyuban yang berpusat di Kampung Duren, Ciomas-Bogor ini hadir membawa rombongan besar, termasuk dari kekuatan Cabang Kampung Pasir Bagade Nagrak, Sukaraja-Bogor (Tepat di Belakang Galery Summarecon).

Pencak Silat Sebagai Perekat Sosial Tradisional
Latihan bersama ini bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan sebuah manifesto humanis yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu ikatan kekeluargaan. Di tengah dinamika sosial yang cepat, pencak silat terbukti kokoh berfungsi sebagai ruang integrasi budaya yang mempertemukan falsafah gerak dengan kematangan emosional.

Hadir di tengah gelanggang, Asep Yusuf, M.Pd, seorang profesional yang juga merupakan anggota aktif Perguruan Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor. Pria yang menakhodai sektor usaha selaku Direktur PT Yaya Berkah Nusantara sekaligus Komisaris PT Ahmarian Humanika Ananta ini, memaparkan pandangan inspiratifnya mengenai kekuatan hubungan emosional (relatability) di dalam pencak silat.

“Silaturahmi ini adalah representasi dari kekayaan non-material yang kita miliki. Dalam momentum HJB ke-544 ini, IPSI dan PPSI berhasil menunjukkan bahwa pencak silat bukan alat pemisah, melainkan media pemersatu. Seni tradisi ini mengajarkan kita untuk saling asuh, menjaga satu sama lain, dan membangun empati sosial yang tinggi di kehidupan sehari-hari,” tutur Asep Yusuf, M.Pd saat memberikan keterangan.

Refleksi Kepemimpinan Humanis untuk Kabupaten Bogor 2029
Bagi Asep Yusuf, keterlibatan di dunia seni bela diri bukan sekadar hobi, melainkan bentuk dedikasi spiritual dan kultural. Latar belakangnya yang berakar kuat dari dunia akademis, korporasi, hingga kecintaan pada seni tradisi, membentuk sudut pandang kepemimpinan yang inklusif dan humanissebuah kualitas yang dinilai selaras dengan kebutuhan kepemimpinan daerah di masa depan.

Melalui kedekatan emosional dengan masyarakat bawah dan komitmennya pada kelestarian budaya, Asep Yusuf, M.Pd, tengah mempersiapkan langkah pengabdian yang lebih besar. Beliau diproyeksikan siap melangkah maju untuk memimpin daerah dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2029 mendatang. Niat baik ini dipandang sebagai ikhtiar matang untuk membawa nilai-nilai luhur moralitas pencak silat—seperti keadilan, kerendahan hati, dan ketegasan—ke dalam ranah kebijakan publik.

“Budaya adalah fondasi dari sebuah bangsa yang besar. Jika kita ingin membangun Kabupaten Bogor yang maju di masa depan, kita tidak boleh melupakan akar rumputnya. Pengalaman di dalam perguruan mengajarkan saya arti penting dari mendengar dan merangkul. Spirit humanis itulah yang ingin saya baktikan secara lebih luas untuk Bumi Tegar Beriman pada tahun 2029 nanti,” pungkas Asep.

Melalui sinergi dalam latihan bersama ini, Perguruan Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor bersama IPSI dan PPSI menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas, kebersamaan, dan warisan budaya Nusantara di wilayah Bogor Raya.

Tentang Perguruan Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor
Perguruan Silat Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor adalah institusi pelestari pencak silat tradisi yang aktif mencetak generasi pesilat berkarakter di wilayah Bogor. Berpusat di bawah kepemimpinan M. Syahrudin (Ki Elun), perguruan ini terus melebarkan jangkauan pembinaannya melalui jaringan pusat dan cabang.

Kantor Pusat: Kampung Duren, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kantor Cabang: Kampung Pasir Bagade Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor (Area Belakang Galery Summarecon).

Tentang Asep Yusuf, M.Pd
Asep Yusuf, M.Pd merupakan seorang figur akademisi, praktisi bisnis, dan pegiat kebudayaan Sunda. Saat ini beliau aktif menjabat sebagai Direktur PT Yaya Berkah Nusantara dan Komisaris PT Ahmarian Humanika Ananta. Sebagai bagian dari keluarga besar Perguruan Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor, beliau berkomitmen menyelaraskan kemajuan sektor profesional dengan pelestarian identitas budaya lokal demi kemaslahatan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *