Harian Cakrawala – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) bersama masyarakat Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto melaksanakan pembelajaran lapangan dan workshop diversifikasi produk turunan minyak atsiri di UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan judul Pengembangan Desa Atsiri, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Pada pelaksanaan tahun ketiga ini, program berfokus pada budidaya tanaman atsiri nilam dan jahe (jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah), destilasi minyak atsiri, hingga diversifikasi produk bernilai tambah.
Pembelajaran lapangan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari tim pengabdi (dosen dari UBAYA dan UWKS, mahasiswa), serta perwakilan masyarakat Desa Jatijejer, kelompok tani, PKK, BUMDES dan perangkat Desa Jatijejer. Tujuan dari kegiatan ini untuk memperluas wawasan dan memberikan pengalaman pembuatan berbagai macam produk kesehatan berbasis minyak atsiri nilam dan jahe.

Workshop ini dibagi menjadi tiga kelas kecil supaya lebih fokus pada praktik langsung (hands-on experience) dan pendampingan instruktur yang lebih intensif. Kelas pertama mempelajari formulasi dan proses pembuatan minyak gosok dan roll-on aromaterapi. Kelas kedua mempelajari formulasi dan proses pembuatan balsem dan inhaler. Sementara kelas ketiga mempelajari formulasi dan proses pembuatan deobalm dan lullaby balm.
Dalam workshop ini, peserta mendapatkan penjelasan mulai dari fungsi bahan baku, pemilihan minyak atsiri yang tepat, formulasi, proses pembuatan hingga pengemasan produk. Pada kelas minyak gosok dan roll-on, peserta diberikan tips untuk menambahkan bahan-bahan yang dapat memberikan sensasi hangat seperti minyak kayu putih, cengkeh dan serai wangi yang memiliki manfaat membantu meredakan pegal, nyeri otot, masuk angin. Pada kelas balsem dan inhaler, peserta memperoleh pengetahuan mengenai kombinasi minyak atsiri yang tepat terutama untuk membantu melegakan pernapasan, meredakan hidung tersumbat, serta memberikan efek relaksasi.
Pada kelas deobalm dan lullaby balm, peserta mempelajari formulasi produk berbasis minyak atsiri yang memiliki nilai tambah tinggi. Deobalm dikembangkan sebagai deodoran alami yang membantu mengurangi bau badan, menyerap kelembapan, serta menjaga kesehatan kulit. Adapun lullaby balm dirancang sebagai produk aromaterapi yang membantu menciptakan rasa nyaman dan relaksasi sehingga dapat mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai bahan pendukung seperti beeswax, virgin coconut oil, kaolin clay, zinc oxide dan berbagai minyak atsiri yang berfungsi meningkatkan kualitas produk.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. apt. Marisca E.G., S.H., M.H., S.Farm., M.Farm-Klin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan minyak atsiri yang telah diproduksi masyarakat Desa Jatijejer. “Selama dua tahun terakhir, masyarakat Desa Jatijejer telah berhasil memproduksi beberapa macam minyak atsiri, antara lain minyak atsiri serai dapur, serai wangi, melati, cengkeh, dan jeruk nipis. Oleh karenanya, perlunya diversifikasi produk minyak atsiri guna menambah nilai jual dan menciptakan produk yang bermanfaat bagi kesehatan,” ujarnya. Menurut Marisca, keenam produk yang dipelajari dipilih karena relatif sederhana serta memiliki peluang pasar yang cukup baik.
Kepala Desa Jatijejer, Akhmad Mujiono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim PKM UBAYA dan UWKS serta KEMDIKTISAINTEK. ”Kami atas nama Pemerintah Desa Jatijejer menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM UBAYA dan UWKS serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Desa Jatijejer,’’ katanya.












