Nasional

Perbaikan Infrastruktur Sumatra Dikebut, Jalan Nasional Berangsur Pulih

592
×

Perbaikan Infrastruktur Sumatra Dikebut, Jalan Nasional Berangsur Pulih

Sebarkan artikel ini
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: Humas Kementerian PU)

Time Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak bencana di Pulau Sumatra, sekaligus memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah dampak lanjutan di wilayah rawan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa mayoritas infrastruktur konektivitas, khususnya jalan dan jembatan nasional, kini telah kembali berfungsi dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. “Kalau jalan dan jembatan nasional tidak ada masalah. Memang ada longsor, tapi dalam hitungan kurang dari 24 jam sudah bisa kita bereskan,” ujar Dody dalam keterangannya seperti dilansir pada Sabtu (18/4/2026).

Berdasarkan data Kementerian PU, sebanyak 107 ruas jalan dan 43 jembatan nasional telah kembali fungsional 100 persen. Pada jaringan jalan daerah, dari total 2.421 ruas terdampak, sebanyak 2.277 ruas (94 persen) telah dapat dilalui, sementara 792 dari 1.181 jembatan (67 persen) telah kembali beroperasi.

Meski demikian, pemerintah tetap memberi perhatian khusus pada wilayah dengan tingkat kerusakan berat, terutama di Provinsi Aceh yang masih menghadapi curah hujan tinggi serta timbunan material lumpur di wilayah hilir. “Progres di Aceh, masalah utamanya sebenarnya lumpur dan hari ini pun masih hujan. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan harus dipercepat,” kata Menteri Dody.

Sebagai bagian dari penguatan sistem penanganan bencana, Kementerian PU mulai mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali sedimen seperti sabo dam guna menahan material kayu dan lumpur dari wilayah hulu.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana susulan, terutama di kawasan rawan aliran material dari daerah pegunungan.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan BMKG, termasuk dalam pelaksanaan modifikasi cuaca serta percepatan pembersihan kawasan permukiman melalui program padat karya di wilayah terdampak seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.

Di sektor layanan dasar, pemulihan juga menunjukkan progres signifikan. Dari 176 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, sebanyak 165 unit (94 persen) telah kembali berfungsi. Pembangunan sumur bor dalam telah mencapai 70 unit (27 persen), sementara sumur bor dangkal mencapai 34 unit (86 persen).

Untuk mendukung sektor pertanian, Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam percepatan pembersihan lahan sawah serta pemulihan jaringan irigasi agar produksi pangan dapat segera pulih.

Pemerintah memastikan pemantauan lapangan dilakukan secara intensif hingga ke wilayah pelosok guna mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur darurat, termasuk penyediaan jembatan sementara. “Saya sudah titip pesan agar pengecekan dilakukan sampai ke pelosok, sehingga jika ada kebutuhan jembatan darurat bisa segera ditangani bersama TNI AD agar distribusi logistik tidak terganggu,” tegas Dody Hanggodo.

Melalui pendekatan build back better, Kementerian PU menegaskan komitmennya tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap bencana guna mendukung pemulihan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *