Nasional

Garuda di Dadaku Dorong Generasi Muda Menjunjung Kebersamaan

301
×

Garuda di Dadaku Dorong Generasi Muda Menjunjung Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Film animasi Garuda di Dadaku mendapat apresiasi karena dinilai mampu menghadirkan pesan pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda Indonesia. Melalui kisah perjuangan seorang anak dalam mengejar cita-cita sebagai pesepak bola, film tersebut mengangkat pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah. (Foto: Humas Kemenpora)

Time Indonesia — Film animasi Garuda di Dadaku mendapat apresiasi karena dinilai mampu menghadirkan pesan pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda Indonesia. Melalui kisah perjuangan seorang anak dalam mengejar cita-cita sebagai pesepak bola, film tersebut mengangkat pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menilai nilai kebersamaan yang diangkat dalam film tersebut menjadi pesan penting di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.

Menurut Erick, keberhasilan dalam olahraga maupun kehidupan tidak dapat dicapai hanya melalui kemampuan individu. Kesuksesan membutuhkan kerja sama yang kuat dan kemampuan berkolaborasi dengan orang lain.

“Tidak mungkin sebuah cerita sukses tim terjadi karena aksi individu. Prestasi lahir dari kebersamaan dan kolaborasi,” ujar Erick saat menghadiri pemutaran khusus film animasi Garuda di Dadaku di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia mengatakan, film tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anak-anak dan remaja untuk memahami pentingnya membangun solidaritas serta menghargai peran setiap anggota tim dalam mencapai tujuan bersama.

Tema sepak bola yang menjadi latar cerita dinilai semakin relevan karena olahraga tersebut merupakan salah satu cabang yang sangat bergantung pada kekompakan dan kerja sama antarpemain.

Selain mengangkat nilai sportivitas, film ini juga menyampaikan pesan tentang ketekunan dalam menghadapi keterbatasan. Tokoh utama bernama Putra digambarkan tetap berjuang mengejar impiannya menjadi pesepak bola meski hidup dengan kondisi asma.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa hambatan fisik tidak harus menjadi penghalang untuk meraih cita-cita selama dibarengi dengan kemauan kuat, disiplin, dan dukungan lingkungan yang positif.

Erick menilai momentum peluncuran film tersebut juga tepat karena bertepatan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap sepak bola nasional dan penyelenggaraan berbagai agenda internasional sepanjang tahun 2026.

Film animasi hasil kolaborasi BASE Entertainment dan KAWI Animation itu merupakan kelanjutan dari film Garuda di Dadaku yang pertama kali hadir dalam format layar lebar pada 2009. Produksi animasi tersebut melibatkan sekitar 500 animator dari berbagai daerah di Indonesia dan dikerjakan selama tiga tahun.

Kehadiran film tersebut sekaligus menunjukkan perkembangan industri kreatif nasional yang semakin mampu menghasilkan karya animasi berkualitas dengan muatan nilai-nilai kebangsaan, pendidikan karakter, dan semangat olahraga.

Melalui pendekatan hiburan yang dekat dengan anak-anak, film animasi dinilai dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, berempati, dan mampu bekerja sama untuk mencapai prestasi.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *