Nasional

Sumur Bor Pascabanjir Jadi Solusi Air Bersih bagi Warga Balai Gadang

508
×

Sumur Bor Pascabanjir Jadi Solusi Air Bersih bagi Warga Balai Gadang

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia — Pascabanjir yang sempat melanda Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, menyisakan persoalan serius bagi warga, salah satunya krisis air bersih. Kini, harapan masyarakat mulai tumbuh setelah hadirnya program bantuan sumur bor dan pembangunan tempat wudu di Masjid Raya Koto Tangah, Kamis (14/5/2026).

Program kolaborasi antara Human Initiative bersama berbagai pihak tersebut menjadi solusi nyata bagi warga yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih pascabencana.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 50 meter itu dibangun untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ibadah di lingkungan masjid. Kehadirannya disambut antusias warga karena manfaatnya dinilai langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Camat Koto Tangah Rio Ebu mengatakan, bantuan tersebut lahir dari kondisi masyarakat yang sempat mengalami kesulitan air bersih setelah banjir melanda kawasan itu.

“Alhamdulillah, ini dilatarbelakangi karena pascabencana kemarin masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Tentunya ini menjadi inisiatif bersama untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lurah Balai Gadang Yufrizal Maas. Ia menjelaskan, kawasan Balai Gadang sempat mengalami kekeringan pascabanjir sehingga keberadaan sumur bor menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Menurutnya, Masjid Raya Koto Tangah dipilih sebagai lokasi pembangunan karena posisinya strategis dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga sekitar.

“Sumur bor ini memiliki kedalaman sekitar 50 meter dan diharapkan dapat berguna bagi masyarakat di Kelurahan Balai Gadang, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raya Koto Tangah Firman mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima masyarakat dan pengurus masjid. Ia mengenang kondisi masjid saat banjir sebelumnya, ketika area sekitar terendam lumpur dan warga kesulitan memperoleh air bersih.

“Sekarang Alhamdulillah akses air bersih di masjid sudah sangat baik. Debit airnya besar dan nanti manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sekitar, termasuk untuk tempat wudu dan kebutuhan kebersihan lainnya,” ungkapnya.

Firman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut, termasuk dukungan Pemerintah Kota Padang dalam membantu masyarakat terdampak banjir.

“Sebagai pengurus masjid bersama masyarakat Balai Gadang, kami sangat berterima kasih atas program bantuan ini karena manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” tutupnya.

Kehadiran fasilitas air bersih tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan pascabencana, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat terhadap kebutuhan dasar di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi.

(Viqi / Charlie)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *