Time Indonesia – Universitas Surabaya (Ubaya) kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat, pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di Desa Segoro Tambak yang berlokasi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Melalui program Program Pemberdayaan Desa Binaan {PDB} ini, tim pengabdian masyarakat dari Ubaya hadir untuk membantu masyarakat desa dalam meningkatkan kapasitas usaha, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital dan pendampingan legalitas usaha bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah {UMKM}.
Program ini mendapat support pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjend Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam kegiatan ini, tim Ubaya mendampingi UMKM di Desa Segoro Tambak untuk mengembangkan keterampilan digital marketing, sehingga produk-produk lokal dapat dipasarkan secara lebih luas melalui platform daring. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan Shopee sebagai marketplace, agar pelaku usaha desa mampu menjangkau konsumen di berbagai daerah dengan lebih mudah dan efisien.
Selain itu, tim Ubaya juga memberikan pendampingan terkait legalitas usaha. Hal ini mencakup proses pengurusan berbagai dokumen penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, izin edar PIRT {Pangan Industri Rumah Tangga}, serta legalisasi merek. Legalitas ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk masyarakat Desa Segoro Tambak, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan usaha ke skala yang lebih besar.
Kepala Desa Segoro Tambak, Anik Mamudah, M.M. dalam sambutan pembukaan kegiatan pelatihan digital marketing dan pendampingan pengurusan legalitas usaha ini menegaskan pentingnya aspek legalitas bagi keberlangsungan usaha masyarakat. “Legalitas usaha perlu untuk jangka panjang supaya customer percaya akan produk yang dijual. NIB, Sertifikat halal, legalisasi merek, dan dokumen usaha lainnya menjadi kunci agar produk-produk lokal kita bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Suyanto, anggota tim PDB Ubaya dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Beliau berharap akan ada jembatan komunikasi yang baik antara masyarakat Desa Segoro Tambak dan tim Ubaya agar program pengabdian ini dapat terlaksana dengan maksimal dan memberikan manfaat yang besar juga untuk masyarakat Desa Segoro Tambak.
Selanjutnya, Prof. Suyanto yang juga menjabat ketua LPPM Ubaya ini menambahkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan ini merupakan bagian dari program PDB Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Efisien dengan Kolam Microbuble. Dengan susunan tim dosen Ubaya, yaitu Sulistyo Emantoko Dwi Putra sebagai ketua, Suyanto, Theresia Desy Askitosari, dan Gabriel Tirtawijaya sebagai anggota serta Slamet Winardi dari Unika Widya Mandala Surabaya. “Melalui kolaborasi ini, Ubaya berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pelatihan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi keberlanjutan usaha masyarakat’, Ujarnya
Kegiatan pelatihan digital marketing dan legalitas Usaha UMKM di Desa Segoro Tambak ini bertujuan untuk memberikan masyarakat, khususnya UMKM pengetahuan umum tentang marketplace seperti Shopee, dan Tokopedia. Pada era digital ini, penting bagi masyarakat untuk mengenal terlebih dahulu platform-platform online dan cara pemasaran sederhana yang bisa dilakukan. Pelatihan ini juga memberikan materi mengenai cara mendaftarkan legalitas usaha masyarakat Desa Segoro Tambak, dimana ada tim khusus dari Ubaya yang ditugaskan untuk mendaftarkan usaha dan mengurus legalitasnya dalam upaya membantu masyarakat desa untuk berkembang.
Melalui kolaborasi ini, Ubaya berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pelatihan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi keberlanjutan usaha masyarakat. Dengan dukungan dari perguruan tinggi, Desa Segoro Tambak diharapkan mampu menjadi desa yang mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pengembangan UMKM berbasis digital di wilayah pesisir.
Program pengabdian masyarakat ini juga sejalan dengan misi Ubaya untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan masyarakat, khususnya dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Ke depan, diharapkan pendampingan yang dilakukan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi pelaku UMKM maupun bagi pembangunan Desa Segoro Tambak secara keseluruhan, pungkas Prof. Suyanto.