Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 9.200 Warga di Kotawaringin Barat

292
×

Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 9.200 Warga di Kotawaringin Barat

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Bupati Kobar dan unsur Forkopimda ke salah satu sekolah penerima MBG. (foto: MC Kobar)

Time Indonesia – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak nyata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 9.200 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia ini dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi makanan bergizi.

Koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kobar Maulina Peavangesti mengatakan program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sejak dini.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui kecukupan gizi, khususnya bagi anak sekolah serta sebagai langkah preventif menurunkan angka stunting pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Di Kabupaten Kobar saat ini terdapat tujuh SPPG, dengan lima unit telah beroperasi dan dua lainnya dijadwalkan mulai beroperasi setelah Lebaran.

SPPG yang telah beroperasi melayani 36 sekolah dan lima posyandu di berbagai wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Melalui fasilitas tersebut, ribuan penerima manfaat memperoleh menu makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori berdasarkan usia.

Selain memberikan dampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, program MBG juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal. Relawan yang bekerja di SPPG sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar, khususnya dari kelompok ekonomi desil satu dan dua.

“Program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal dengan memberdayakan mereka sebagai relawan di SPPG,” jelas Maulina.

Dari sisi ekonomi, program ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal. Bahan baku makanan yang digunakan dalam penyediaan menu bergizi dipasok oleh petani, nelayan, serta pelaku UMKM melalui kerja sama dengan gapoktan, koperasi, dan BUMDes.

Dengan bertambahnya dua SPPG yang akan beroperasi setelah Lebaran, jumlah penerima manfaat program MBG di Kabupaten Kotawaringin Barat diperkirakan akan terus meningkat.

Program ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. (mc kobar)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *