Nasional

Praja IPDN Diminta Mendagri Perkuat Layanan Pemerintahan di Wilayah Terdampak Bencana Aceh

128
×

Praja IPDN Diminta Mendagri Perkuat Layanan Pemerintahan di Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) didampingi Presiden Direktur Lion Grup Daniel Putut Kuncoro Adi (ketiga kiri) menyampaikan arahan kepada praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebelum diberangkatkan ke Aceh di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026). Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dengan Lion Air Grup memberangkatkan sebanyak 1.138 praja IPDN ke desa terdampak bencana di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, guna mempercepat aktivasi layanan publik pemerintah daerah setempat yang terhambat akibat mengalami kerusakan parah pascabencana. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc.) Oleh Eko Budiono, Minggu, 4 Januari 2026 | 13:40 WIB - Redaktur: Kristantyo Wisnubroto

Time Indonesia – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN, untuk menerapkan ilmu pemerintahan yang didapatkan di kampus guna membantu pemulihan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan, penugasan praja IPDN ke Aceh merupakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah yang terdampak bencana, termasuk Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling berat. “Praktikkan bersama dengan nanti ASN Kemendagri, pengasuh, untuk bantu menghidupkan pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa-desa,” kata Tito, melalui keterangan resmi, saat melepas keberangkatan praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Tito Karnavian, seluruh kecamatan di daerah tersebut terdampak dan lebih dari 200 desa mengalami kerusakan pascabanjir dan longsor akhir November silam.

Bahkan, kantor pemerintahan kabupaten hingga desa masih dipenuhi lumpur, sistem administrasi terganggu, serta layanan kependudukan dan teknologi informasi belum berjalan optimal.

Untuk itu, Mendagri menyatakan, penugasan itu merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan karena praja IPDN yang diberangkatkan telah dipilih dari ribuan praja lainnya.

Menurutnya, pengalaman terjun langsung menangani persoalan pemerintahan pascabencana merupakan pengalaman langka yang belum tentu dapat dirasakan semua orang.

Lebih lanjut, Tito mengatakan,  penugasan itu merupakan bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) bagi para praja IPDN. Bahkan, kegiatan tersebut juga masuk kurikulum pembelajaran sehingga menjadi bahan penilaian bagi praja.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sangat mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri dalam mengirimkan praja IPDN ke daerah bencana.

Bahkan, presiden juga mendukung apabila sekolah kedinasan lain dapat mengerahkan siswanya untuk membantu daerah terdampak sesuai dengan keilmuannya masing-masing.  “Misalnya, sekolah kedinasan di bidang perhubungan itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan, bandara ada yang terdampak enggak, pelabuhan termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil,” kata Mendagri.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *