BisnisDaerahNasional

Pertamina Stabilkan Pasokan BBM di Kalimantan Barat Lewat Distribusi Darat

502
×

Pertamina Stabilkan Pasokan BBM di Kalimantan Barat Lewat Distribusi Darat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho (kiri), bersama Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman (tengah). (Foto: BPH Migas)

Time Indonesia – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui jalur darat di wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), guna mengatasi gangguan pasokan akibat pendangkalan signifikan di alur Sungai Kapuas–Melawi.

Hal tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, melalui keterangan resmi,  Jumat (20/2/2026).

Edi mengatakan, pendangkalan alur sungai dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kapal tanker tidak dapat melanjutkan pelayaran normal menuju Fuel Terminal (FT) Sintang.

Data monitoring hidrologis menunjukkan kedalaman air hanya sekitar 2,25 meter atau berkurang lima meter dari batas aman navigasi (safe draft limit) empat meter.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman dan beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Saat ini kami menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran,” tutur Edi.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina memperkuat distribusi melalui jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak untuk menjaga kesinambungan suplai ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan lembaga penyalur di wilayah terdampak.

Edi menyatakan, penyesuaian pola distribusi melalui jalur darat memang membutuhkan waktu tempuh lebih panjang, namun dinilai menjadi langkah strategis agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar pertemuan koordinasi dengan Pertamina pada Rabu (18/2/2025) untuk memastikan ketersediaan BBM di wilayah setempat.

Pertemuan yang dipimpin bupati bersama unsur DPRD, sekretaris daerah, dinas terkait, serta jajaran kepolisian tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Pemerintah daerah meminta Pertamina memaksimalkan penyaluran BBM ke seluruh SPBU, memperketat pengawasan distribusi sesuai ketentuan, memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat umum, serta mengupayakan percepatan jam operasional SPBU.

“Pemerintah daerah juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih agar distribusi berjalan merata,” kata Edi.

Menanggapi hal itu, Pertamina Patra Niaga menyatakan telah menjalankan langkah percepatan distribusi, termasuk optimalisasi suplai jalur darat dan penguatan pengawasan di SPBU. Koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan monitoring penyaluran BBM tepat sasaran.

Selain itu, perusahaan mengoptimalkan sistem digitalisasi guna memantau pergerakan suplai secara real time serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

“Kami akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata,” kata Edi.

Sebelumnya, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho di Jakarta, Rabu (18/2/2026), menyatakan penyaluran BBM di Kalimantan Barat tetap berjalan aman dan terkendali.

Menurutnya, gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas yang menyebabkan kapal tanker kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang, telah diantisipasi dengan skema alternatif dan pasokan darurat.

“Terkait dengan distribusi BBM untuk Kalimantan Barat ini ada sedikit gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan debit airnya yang turun, sehingga kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang. Mudah-mudahan dari hasil diskusi dan paparan dari Pertamina Patra Niaga sudah disiapkan skema alternatif dan emergency supply-nya bisa berjalan dengan baik,” ujar Fathul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *