Dr. Yayat Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen tetap STITNU Al-Farabi Pangandaran sekaligus Ketua Prodi MPI, saat menyampaikan materi pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak pada kegiatan PKM KKN STITNU di Desa Sidomulyo, Senin (25/8/2025).
Time Indonesia – Sidomulyo, 25 Agustus 2025, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) STITNU Al Farabi Pangandaran kembali menegaskan peran strategisnya dalam membangun kesadaran pendidikan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Bertempat di Desa Sidomulyo, mahasiswa KKN menghadirkan seminar pendidikan yang fokus pada pentingnya peran orang tua sebagai fondasi utama pendidikan anak. Acara ini menghadirkan narasumber utama Dr. Yayat Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.I., seorang akademisi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di STITNU Al Farabi Pangandaran.
Dr. Yayat Hidayat lahir di Pangandaran pada 5 Agustus 1972. Ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Darussalam Ciamis, kemudian melanjutkan studi doktoral di Universitas Abdurrahman Chudlori (UAC) Mojokerto. Saat ini, beliau merupakan dosen tetap STITNU dengan jabatan fungsional akademik Lektor. Dengan latar belakang pendidikan yang solid dan pengalaman panjang di dunia akademik, gagasan gagasannya mengenai pendidikan Islam dan pembentukan karakter anak menjadi perhatian utama dalam forum PKM ini.
Dalam pemaparannya, Dr. Yayat menekankan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Menurutnya, orang tua memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Anak anak membutuhkan bimbingan, perhatian, serta dukungan emosional yang konsisten agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter. “Keluarga adalah fondasi. Dukungan orang tua—baik secara emosional maupun akademik—menjadi kunci keberhasilan anak. Tugas utama orang tua adalah menciptakan lingkungan belajar yang positif, penuh kasih sayang, dan disiplin, agar anak anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Dr. Yayat Hidayat dalam materinya.
Beliau juga menyoroti pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Menurutnya, mendengarkan anak dengan empati, memberikan validasi terhadap perasaan mereka, serta memberi ruang untuk berekspresi adalah cara yang efektif dalam membangun rasa percaya diri. Di era digital, tantangan semakin besar karena anak anak banyak berinteraksi dengan gawai dan dunia maya. Oleh karena itu, orang tua dituntut lebih bijak dalam membatasi penggunaan teknologi, sembari tetap memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari hari. Dukungan orang tua, kata Dr. Yayat, tidak sebatas pada penyediaan fasilitas belajar, melainkan jauh lebih penting dalam bentuk dukungan emosional, motivasi, dan penghargaan terhadap setiap usaha anak. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Syadad Nabil Mudzafar, Koordinator Desa sekaligus Ketua KKN STITNU Al Farabi Pangandaran.
Ia menegaskan bahwa kegiatan PKM semacam ini tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga menyadarkan masyarakat Desa Sidomulyo tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. “Kegiatan PKM ini bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga membuka kesadaran kolektif masyarakat Desa Sidomulyo bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat ini dapat menjadi inspirasi untuk membangun generasi yang lebih baik di Pangandaran,” tegasnya. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, KKN STITNU Al Farabi Pangandaran menunjukkan komitmen nyata dalam menguatkan peran masyarakat melalui jalur pendidikan. Harapannya, sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan warga dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.