Nasional

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa di Dusun Pamotan, Desa Warugunung Dorong Penggunaan Pestisida Organik

546
×

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa di Dusun Pamotan, Desa Warugunung Dorong Penggunaan Pestisida Organik

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia– MOJOKERTO, Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia masih menjadi persoalan di berbagai wilayah pertanian, termasuk di Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Penggunaan pestisida berbahan kimia memang dinilai praktis, namun dalam jangka panjang berdampak pada meningkatnya biaya produksi, risiko kesehatan, serta kerusakan lingkungan pertanian.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku pestisida alami kepada kelompok tani setempat. Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, ekonomis, dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Berbagai bahan organik seperti daun pepaya, daun sirsak, bawang putih, serai, jahe, kunyit, dan lengkuas diperkenalkan sebagai bahan dasar pestisida nabati. Proses pembuatannya disampaikan secara sederhana agar dapat dipraktikkan langsung oleh petani tanpa memerlukan teknologi yang rumit.

Salah satu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Risky Lutfy Fauzi, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar petani tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.

“Kami ingin petani sadar bahwa bahan-bahan di sekitar mereka sebenarnya punya nilai guna tinggi. Limbah organik yang selama ini dianggap sampah bisa diolah menjadi pestisida alami yang lebih aman dan murah,” ujarnya.

Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi dan praktik langsung bersama petani. Pendekatan ini dinilai efektif karena membuat petani lebih mudah memahami proses pembuatan pestisida organik sekaligus mendorong mereka untuk mencoba secara langsung.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing, Novi Andari, S.S., M.Pd. Ia menekankan bahwa inovasi sederhana seperti ini memiliki potensi besar jika diterapkan secara berkelanjutan.

“Pendampingan seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga terbiasa menerapkan inovasi yang ramah lingkungan dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” tuturnya.

Sesi diskusi bersama bersama kelompok tani setelah pembuatan pestisida organik

Selain meningkatkan pengetahuan petani, pemanfaatan pestisida organik juga berpotensi mengurangi biaya produksi serta menjaga kesuburan tanah. Dengan berkurangnya ketergantungan pada pestisida kimia, petani diharapkan mampu membangun sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pemanfaatan pestisida alami dapat terus diterapkan oleh petani Desa Warugunung. Sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa diharapkan mampu mendorong terwujudnya pertanian desa yang mandiri dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *