DaerahNasional

Pemulihan Pascabencana Dimulai dari Sungai di Pidie Jaya

128
×

Pemulihan Pascabencana Dimulai dari Sungai di Pidie Jaya

Sebarkan artikel ini
Tiga unit Excavator membersihkan sungai antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya/ dok. Pendam IM Oleh Jhon Rico, Rabu, 7 Januari 2026 | 07:49 WIB - Redaktur: Untung

Time Indonesia- Deru mesin ekskavator terdengar nyaris tanpa jeda di alur sungai antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Tiga unit ekskavator capit bantuan Presiden Republik Indonesia itu menjadi tumpuan utama percepatan pemulihan wilayah pascabanjir, membersihkan glondongan kayu raksasa dan sedimentasi yang selama ini menyumbat aliran sungai.

Keberadaan alat berat tersebut terbukti krusial. Material kayu dan lumpur yang menumpuk akibat terjangan banjir secara bertahap terangkat, membuka kembali jalur sungai yang sempat terputus.

Hasilnya mulai terasa nyata. Aliran air kembali lancar dan risiko banjir susulan di wilayah sekitar kian menurun.

Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menegaskan bahwa bantuan alat berat dari Presiden RI memberikan dampak signifikan dalam percepatan penanganan pascabanjir di Pidie Jaya.

“Alhamdulillah, tiga ekskavator capit bantuan Presiden RI bekerja maksimal. Pembersihan glondongan kayu dan sedimentasi sungai berjalan efektif dan hasilnya sudah sangat terlihat. Ini langkah penting untuk mencegah banjir susulan dan mempercepat pemulihan wilayah,” ujar dia dalam keteranganya, Selasa (6/1/2025).

Di balik kerja alat berat, puluhan personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda juga terus berjibaku di lapangan. Satgas ini terdiri atas prajurit Kodim 0102/Pidie, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, serta Yon Zipur 16/DA, yang bergerak menyisir kawasan terdampak banjir.

Dengan semangat kemanusiaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur, puing-puing, dan sisa material banjir di permukiman warga serta fasilitas umum. Misi mereka tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan harapan masyarakat agar aktivitas kehidupan segera berjalan normal.

Menurut Letkol Inf Abdul Hadi, sinergi antar satuan dalam Satgas Gulbencal menjadi kekuatan utama dalam penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

“Personel Satgas Gulbencal TNI bekerja tanpa kenal lelah. Fokus kami tidak hanya pada sungai, tetapi juga pemulihan fasilitas umum dan rumah warga agar aktivitas masyarakat bisa segera normal kembali,” tambah dia.

Kolaborasi lintas satuan TNI jajaran Kodam Iskandar Muda tersebut terus menunjukkan hasil bertahap. Sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, sekolah, masjid, meunasah, hingga rumah warga yang sebelumnya tertimbun lumpur kini mulai dibersihkan dan difungsikan kembali.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga menghadirkan dukungan moril bagi warga yang tengah bangkit dari bencana.

Meski tantangan masih dihadapi, terutama cuaca dan sisa material banjir di beberapa titik, Satgas Gulbencal memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kerja terpadu antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat, Kabupaten Pidie Jaya diharapkan dapat segera bangkit pascabanjir, memulihkan infrastruktur, serta menggerakkan kembali roda sosial dan ekonomi warga secara berkelanjutan.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *