Nasional

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Teknologi Pengolahan Sampah dengan TNI

363
×

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Teknologi Pengolahan Sampah dengan TNI

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengunjugi fasilitas pengolahan sampah di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) Cilangkap l.(Foto: Dok Kemendiktisaintek)

Time Indonesia – Pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan sampah nasional melalui pendekatan berbasis riset dan teknologi.

Hal ini ditandai dengan kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, ke fasilitas pengolahan sampah di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) Cilangkap, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI, Agus Subiyanto, sebagai bagian dari sinergi strategis antarinstansi dalam menghadapi kompleksitas persoalan sampah nasional.

Dalam peninjauan tersebut, Mendiktisaintek menyoroti pentingnya pemanfaatan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara efektif di berbagai skala. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, institusi pertahanan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang adaptif dan berkelanjutan.

Salah satu fokus kunjungan adalah fasilitas Mesin Olah Runtah (Motah) di Mabes TNI, yang dinilai sebagai contoh konkret implementasi teknologi pengolahan sampah. Sistem ini mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui proses pengolahan yang efisien.

Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk direplikasi di berbagai daerah guna menekan beban tempat pembuangan akhir (TPA) serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif.

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengakselerasi pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro sebagai bagian dari strategi nasional. Dalam berbagai forum koordinasi, Mendiktisaintek menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi sekaligus laboratorium implementasi teknologi di lapangan.

Melalui gerakan pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi, berbagai inovasi terus dikonsolidasikan untuk kemudààian dihilirisasi dan distandarisasi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.

Kunjungan ke fasilitas Motah ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kebijakan, riset, dan implementasi. Pemerintah berharap, model pengolahan sampah berbasis teknologi ini dapat mempercepat adopsi solusi yang efektif, terukur, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *