Nasional

Pembuatan desinfektan alami ramah langkungan : Racikan Ajaib Sereh, Kulit Jeruk dan Cuka 

543
×

Pembuatan desinfektan alami ramah langkungan : Racikan Ajaib Sereh, Kulit Jeruk dan Cuka 

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia – Mahasiswi KKN-T tim 15 Universitas Diponegoro tahun 2026 mengadakan edukasi pembuatan disinfektan alami ramah lingkungan bersama dengan warga RW 08 pada pertemuan pengurus RT RW Kampung perbalan, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada hari Jumat (06/2/2026).

Program ini disampaikan oleh Sarokha Rahmaniya dari prodi peternakan. Program pelatihan pembuatan disinfektan alami menuai respon positif dari warga rw 08 perbalan khususnya bapak bapak yang cukup aktif dan responsif. Hal ini terjadi karena banyak ternak warga khusus nya ayam kampung yang terjangkit aradan atau disebut juga ND serta tidak adanya pencegahan dan pengobatan yang dilakukan oleh warga. Pencegahan perlu dilakukan untuk menekan jumlah penyebaran bakteri dan virus pada area kandang dengan sanitasi dan penyemprotan desinfektan.

Pemanfaatan bahan alami dari dapur seperti sereh, kulit jeruk dan cuka dapat digunakan menjadi desinfektan alami ramah lingkungan yang bersifat antibakteri, antivirus dan insektisida alami pengusir serangga. Sebelum digunakan, disinfektan harus diuji coba terlebih dahulu pada area kecil untuk memastikan bahwa desinfektan tidak merusak permukaan. Untuk penggunaannya, disinfektan dapat disemprotkan pada area dan peralatan kandang serta permukaan yang diinginkan. Gunakan secara rutin 2-3x seminggu setelah sanitasi kandang pada pagi hari saat terik matahari agar permukaan cepat kering Disinfektan alami dapat bertahan 5-7 hari, harus disimpan di tempat sejuk dan kering dan harus rutin dilakukan pengecekan. Apabila disinfektan mulai terjadi perubahan bau dan warna, serta terdapat pertumbuhan jamur, maka disinfektan harus segera dibuang.

DPL KKN Tematik Rina Muryani, S.Pt., M.Si. menambahkan bahwa pemanfaatan desinfektan alami dari bahan herbal seperti bawang putih, daun sirih, jahe, dan serai mampu menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen secara efektif tanpa menimbulkan residu berbahaya. Kandungan senyawa aktif alami pada tanaman herbal berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur yang aman bagi manusia, ternak, dan lingkungan.Dengan menggunakan desinfektan herbal, ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis dapat dikurangi sehingga risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan dapat diminimalkan. Pendekatan ini mendukung penerapan sistem sanitasi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan aman dalam pengelolaan kandang maupun lingkungan sekitar.

Kegiatan KKN Tematik Tim 15 Universitas Diponegoro melalui program ini mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pembuatan desinfektan alami agar menghasilkan masyarakat mandiri dan terampil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *