Time Indonesia – Pemerintah Indonesia resmi menduduki posisi Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza, Palestina.
Penunjukan itu merupakan bentuk penghormatan atas reputasi dan rekam jejak Indonesia dalam misi perdamaian dunia, serta besarnya kontribusi personel yang akan dikirimkan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Menlu menyatakan, struktur komando ISF terdiri dari satu orang Panglima yang membawahi tiga Wakil Panglima. Indonesia diberi amanah sebagai Wakil Panglima Operasi.
“Posisi wakil panglima ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” kata menlu dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).
Menurut menlu, komando ISF ditentukan berdasarkan kontribusi jumlah personel terbesar dari negara-negara peserta. Amerika Serikat, sebagai kontributor terbesar, ditetapkan sebagai Panglima ISF.
Indonesia mendapat posisi tersebut karena komitmen mengirimkan personel dalam jumlah besar, yaitu sekitar 8.000 personel dengan potensi penambahan lebih lanjut.
Adapun total personel ISF yang akan ditempatkan di Jalur Gaza diperkirakan mencapai 20.000 orang, dengan proyeksi jumlah personel kepolisian sekitar 12.000 orang.
Menlu menegaskan, penugasan itu mencerminkan tingginya harapan komunitas internasional terhadap kontribusi militer Indonesia dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan di Palestina.
Lebih lanjut, menlu memastikan bahwa personel Indonesia yang bergabung dalam ISF akan fokus pada tugas-tugas kemanusiaan dan tidak akan dilibatkan dalam operasi menghadapi pihak-pihak yang berkonflik.
“Saya kira kedudukan ini akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF,” ucapnya.
Sebelumnya, Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengumumkan dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026), Indonesia telah menerima tawaran posisi Wakil Panglima ISF.












