BisnisNasionalTeknologi

Menkomdigi: UMKM Digital Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional Baru

319
×

Menkomdigi: UMKM Digital Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional Baru

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam Indonesia Summit 2025 oleh IDN Times di Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025) mengatakan generasi muda saat ini menjadi garis depan transformasi digital. Bahkan, Gen Z yang menjadi pengguna internet paling aktif menjadi pembentuk tren digital nasional. (Foto: Dok. Humas Kemkomdigi)

Time Indonesia – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digital atau menggunakan teknologi digital dalam kegiatan usaha mereka, menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional baru karena berperan besar dalam pencapaian angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03 persen pada 2024 lalu.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) akan terus fokus pada digitalisasi UMKM dan pelaku usaha lainnya guna membuka peluang aktivitas produktif di semua sektor, seiring tingkat penetrasi internet di Indonesia yang kini mencapai 229 juta pengguna atau sekitar 80 persen populasi.

“Kita fokus menggunakan mesin digitalisasi ini. Karena tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,03 persen. Di balik angka ini, kita melihat peran besar dari ekonomi digital khususnya melalui UMKM yang makin terdigitalisasi,” ujar  Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam keterangannya terkait Indonesia Summit 2025 oleh IDN Times di Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

Menurut Meutya, Indonesia telah memasuki era ekonomi digital yang semakin inklusif, berdaya saing dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi nyata ekonomi digital dapat dilihat dari pesatnya adopsi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini digunakan oleh lebih dari 32 juta merchant dengan total transaksi menembus Rp42 triliun.

“Dari warung kecil di desa sampai di Jakarta yang padat penduduk, saya rasa itu keberhasilan kita melalui QRIS. Pedagang tradisional kini bisa mengakses pasar yang lebih luas lagi termasuk konsumen generasi digital. Ini semua menjadi bukti bahwa digitalisasi telah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia per hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Meutya menyatakan, generasi muda saat ini menjadi garis depan transformasi digital. Bahkan, Gen Z yang menjadi pengguna internet paling aktif menjadi pembentuk tren digital nasional.

Selain itu, Gen Z juga menjadi kelompok masyarakat yang paling banyak memanfaatkan layanan berbasis artificial intelligence (AI).

“Sebanyak 43,7 persen gen Z kita telah memanfaatkan layanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Ini artinya dengan masuknya AI di Indonesia, khususnya anak-anak muda mengadopsi dengan amat cepat,” tuturnya.

Ia juga mengungkapka bahwa Kemkomdigi sebagai regulator yang mendukung inovasi anak bangsa, tengah menyiapkan langkah strategis yang meliputi penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, serta penyusunan regulasi yang memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung aman dan beretika.

Kementerian Komdigi juga telah mengirimkan izin prakarsa kepada Kementerian Sekretariat Negara untuk menyiapkan Peraturan Presiden tentang kecerdasan artifisial.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita memiliki PP atau Perpres terkait AI, karena ini sesuatu yang menjadi concern kita dan tantangan bersama dalam menghadapi era atau dunia yang menurut saya cukup baru dan berbeda dengan apa yang kita alami saat ini,” jelas dia.

Dengan berbagai langkah tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna melainkan pencipta teknologi digital, tetapi menjadi langkah pembentukan ekosistem yang memungkinkan generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.

(Sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *