Oleh:
Ratih Kumala Wijayanti
Q200240023
Magister Pendidikan Dasar
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pendahuluan
Bagi banyak siswa sekolah dasar, pembelajaran Bahasa Indonesia masih sering dipandang membosankan. Membaca teks panjang, mencari ide pokok, lalu menjawab soal kerap membuat siswa cepat kehilangan minat. Tidak sedikit siswa yang sebenarnya mampu membaca dengan lancar, tetapi belum benar-benar memahami apa yang mereka baca. Padahal, kemampuan memahami bacaan merupakan dasar penting untuk belajar semua mata pelajaran, sekaligus bekal utama dalam berkomunikasi di kehidupan sehari-hari.
Masalah ini tidak muncul tanpa sebab. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih sering berlangsung secara monoton dan berpusat pada buku teks. Siswa diminta membaca dan menghafal, tetapi jarang diajak untuk menggali makna bacaan secara mendalam. Akibatnya, ketika diminta menentukan ide pokok paragraf, banyak siswa hanya menyalin kalimat pertama tanpa memahami gagasan utama yang ingin disampaikan penulis. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran belum sepenuhnya melatih kemampuan berpikir kritis dan pemahaman teks secara menyeluruh.
Di era pendidikan abad ke-21, pendekatan pembelajaran perlu lebih bermakna dan melibatkan siswa secara aktif. Siswa-siswa usia 6 hingga 12 tahun berada dalam fase perkembangan otak yang pesat, sehingga mereka belajar lebih efektif melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori (Susanto et al., 2024). Oleh karena itu, penting untuk menghadirkan metode yang memadukan kesenangan dan pembelajaran bermakna. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan IDEGASPO, singkatan dari Ide atau Gagasan Pokok, aplikasi digital yang membantu siswa memahami konsep ide pokok dalam paragraf secara interaktif dan menyenangkan.
Pembahasan
IDEGASPO dirancang untuk memudahkan siswa memahami gagasan pokok dalam paragraf dengan cara yang kreatif. Didesain menggunakan platform Canva, aplikasi ini mengusung desain visual yang menarik, animasi sederhana, dan bahasa yang mudah dipahami siswa-siswa. Aplikasi ini tidak hanya mengajarkan gagasan pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas, tetapi juga memberikan panduan praktis untuk mengidentifikasi ide pokok dalam berbagai jenis teks. Dengan pendekatan aplikatif, IDEGASPO menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga menyenangkan.
Fitur unggulan IDEGASPO adalah paragraf interaktif yang memungkinkan siswa langsung mempraktikkan cara menemukan ide pokok. Latihan-latihan dilengkapi dengan panduan langkah demi langkah dan umpan balik langsung, sehingga siswa dapat menilai dan memperbaiki pemahaman mereka. Desain visual dengan warna dan gambar yang menarik serta contoh kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh keterlibatan (Jusniani & Monariska, 2025).
Implementasi IDEGASPO dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Pucangan 01 untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih bermakna. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas, sebelum penggunaan aplikasi ini, banyak siswa mengalami kesulitan memahami bacaan secara utuh. Bu Anita, menuturkan, “Sebelum menggunakan IDEGASPO, siswa-siswa sering bingung mencari ide pokok. Mereka membaca, tetapi belum benar-benar memahami bacaan. Banyak yang hanya menyalin kalimat pertama paragraf.”
Setelah IDEGASPO diterapkan, guru melihat perubahan yang nyata dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih terarah saat membaca dan mulai mampu membedakan antara gagasan pokok dan gagasan pendukung. Penerapan IDEGASPO membuat suasana diskusi di kelas menjadi lebih hidup. Bu Anita menambahkan, “Hampir semua siswa berani menyampaikan pendapat karena mereka merasa terbantu oleh media yang digunakan. Mereka juga mulai memahami hubungan antara ide pokok dan kalimat penjelas,” ujarnya.
Perubahan ini tidak hanya terlihat dari suasana kelas, tetapi juga dari keterlibatan siswa. Banyak siswa yang sebelumnya pasif kini menunjukkan partisipasi aktif, mulai dari membaca teks dengan lebih cermat, berdiskusi, hingga menyelesaikan latihan secara mandiri. Pandangan positif juga datang dari siswa sebagai pengguna langsung IDEGASPO. “Belajar Bahasa Indonesia jadi lebih seru karena ada aplikasinya. Sekarang saya bisa tahu mana ide pokok dan mana kalimat penjelas tanpa bingung,” ujar salah satu siswa.
Siswa lain menambahkan, “Kalau dulu bacaan panjang bikin pusing, sekarang lebih gampang karena ada panduan langkah demi langkah yang membantu memahami isi teks.”
Selain meningkatkan pemahaman bacaan, IDEGASPO juga mendorong siswa untuk belajar mandiri. Banyak siswa yang sebelumnya bergantung pada bimbingan guru kini lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka, dengan lebih banyak inisiatif dalam membaca, menganalisis teks, dan berpartisipasi dalam diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya membantu meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya kemandirian belajar.
Keberhasilan IDEGASPO tidak lepas dari peran guru dan orang tua. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing siswa ketika diperlukan, sementara orang tua dapat mendampingi siswa saat menggunakan media pembelajaran di rumah. IDEGASPO juga dapat dipadukan dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, misalnya membuat ringkasan bacaan atau poster ide pokok. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mandiri, berpikir kreatif, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Penutup
Secara keseluruhan, IDEGASPO menawarkan inovasi yang sangat potensial untuk mengubah cara kita memandang pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Dengan menggabungkan teknologi dan elemen interaktif, aplikasi ini tidak hanya membantu siswa mengasah keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk karakter siswa yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Jika diterapkan secara lebih luas, IDEGASPO dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan, efektif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, dan masyarakat, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Daftar Pustaka
Susanto, A. H., & Wulandari, M. D. (2024). Optimalisasi Pembelajaran Siswa Usia Sekolah Dasar Melalui Pemahaman Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(04), 689-706.
Jusniani, N., & Monariska, E. (2025). Pengembangan media ajar matematika kartun menggunakan storyboard berbasis kontekstual untuk siswa sekolah dasar. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(2), 525-540












