Time Indonesia – Perlahan namun pasti, denyut ekonomi Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh kembali terasa pascabanjir yang sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan.
Di antara lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan parit-parit pasar yang masih dibersihkan, semangat para pedagang kecil untuk bangkit mulai terlihat.
Surahim, tukang sepatu asal Desa Bukit Rata, menjadi salah satu potret ketangguhan itu. Saat banjir melanda, ia mengingat betul bagaimana pasar nyaris berhenti total. Akses jalan terputus, air merendam kios-kios, dan para pedagang diminta menjauh dari lokasi demi keselamatan. “Waktu itu pasar benar-benar lumpuh. Kami tidak bisa masuk, semua aktivitas berhenti,” ujar Surahim dalam keteranganya, Sabtu (3/1/2026).
Seiring surutnya air dan berjalannya proses pembersihan, Surahim memberanikan diri kembali membuka tokonya. Satu per satu barang diperiksa, disortir, dan dibersihkan. Beruntung, sebagian dagangannya masih layak jual.
Ia pun memanfaatkan peluang dengan menjual sepatu pacul atau sepatu bot karet yang banyak dibutuhkan oleh petugas maupun warga yang terlibat dalam pembersihan lumpur pascabanjir.
Hampir sepekan penuh, Surahim membersihkan tokonya secara bertahap. Bantuan kebutuhan dasar seperti makanan telah diterimanya, baik dari pemerintah, perangkat desa, maupun pihak terkait lainnya. Bantuan tersebut sedikit banyak meringankan beban di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Kini, tokonya mulai dibuka secara perlahan. Di sela-sela membereskan sisa lumpur, Surahim tetap melayani pembeli yang datang silih berganti. Ia sempat berjualan di area depan pasar yang lebih ramai, namun memilih kembali ke kiosnya. “Saya pilih kembali ke toko, sambil jualan sekaligus lanjut bersih-bersih,” ujar dia.
Meski aktivitas mulai berjalan, ia menyadari pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Ia menilai pembersihan parit-parit di lorong pasar lainnya masih membutuhkan waktu agar aktivitas perdagangan bisa normal kembali.
Di tengah upaya bangkit tersebut, Surahim menaruh harapan besar kepada pemerintah, baik daerah maupun pusat, agar terus memberikan dukungan nyata kepada para pedagang kecil. Terutama, kata dia, terkait persoalan utang modal yang masih membayangi banyak pelaku usaha pascabencana.
Dukungan Pemulihan Ekonomi Pedagang
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik pasar, tetapi juga menyiapkan langkah pemulihan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak banjir. “Melalui Kementerian Koperasi dan UKM, telah disiapkan Klinik UMKM Bangkit yang akan memberikan pendampingan, suntikan modal, serta program penghapusan utang bagi UMKM terdampak, disesuaikan dengan skala kerugian yang dialami,” jelas dia.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi di Pasar Kuala Simpang sekaligus menguatkan kembali semangat para pedagang kecil untuk bangkit, menata ulang usaha, dan kembali menggerakkan roda perekonomian daerah.
Ibnu Azis juga menyampaikan bahwa hingga 1 Januari 2026, perkembangan pembersihan pasar telah mencapai sekitar 90 persen. Jika cuaca mendukung, pembersihan ditargetkan rampung pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Upaya pemulihan pasar ini melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas daerah terkait, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), sebagai wujud kolaborasi bersama untuk memulihkan kehidupan ekonomi masyarakat pascabanjir.












