Nasional

Kolaborasi Perguruan Tinggi, Pesantren, dan Masyarakat dalam Membangun Kesadaran Pendidikan Anak: Studi Kasus PKM KKN STITNU di Desa Sidomulyo 2025

669
×

Kolaborasi Perguruan Tinggi, Pesantren, dan Masyarakat dalam Membangun Kesadaran Pendidikan Anak: Studi Kasus PKM KKN STITNU di Desa Sidomulyo 2025

Sebarkan artikel ini

Gus Imam Ibnu Hajar adalah pengasuh sekaligus pimpinan dari Pondok Pesantren Hidayatus Sholawat di Pangandaran, Jawa Barat.

Time Indonesia – Pangandaran 25 agustus 2025. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STITNU Al-Farabi Pangandaran melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pangandaran, pada tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Orang Tua sebagai Lentera Pendidikan Anak” dan menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, serta masyarakat dalam membangun kesadaran pendidikan anak di lingkungan desa. Program PKM ini difokuskan pada peningkatan pemahaman peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka, baik dari segi pendidikan formal maupun pembentukan karakter.

Melalui kegiatan sosialisasi, diskusi interaktif, hingga penyuluhan berbasis media edukatif, mahasiswa KKN berupaya mendorong partisipasi aktif keluarga sebagai basis utama pendidikan. Tokoh agama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Sholawat Pangandaran, Gus Imam Ibnu Hajar, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua dan lingkungan sekitar. “Setiap anak lahir dengan potensi yang harus didampingi. Peran orang tua sangat penting, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga teladan yang membimbing anak dengan kasih sayang dan motivasi.

Dengan kolaborasi perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat, kita bisa membangun generasi yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Gus Imam Ibnu Hajar. Selain pesantren, kegiatan ini juga diinisiasi oleh mahasiswa STITNU yang ditempatkan di Desa Sidomulyo melalui program KKN. Koordinator Desa sekaligus Ketua KKN, Syadad Nabil Mudzafar, menegaskan bahwa program PKM ini lahir dari hasil observasi dan dialog dengan masyarakat. “Kami melihat bahwa pendidikan anak tidak bisa berdiri sendiri tanpa peran keluarga.

Melalui PKM ini, kami ingin memberikan wawasan sekaligus dorongan moral bagi para orang tua agar mampu menjadi lentera dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka. Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus memberi dampak positif yang berkelanjutan,” jelas Syadad Nabil Mudzafar. Warga Desa Sidomulyo menyambut baik program ini.

Kehadiran mahasiswa KKN bersama pesantren setempat dinilai mampu memberikan warna baru dalam pendidikan berbasis keluarga. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat diharapkan menjadi model penguatan pendidikan anak di tingkat desa, sekaligus memperkokoh hubungan antara lembaga pendidikan tinggi dengan masyarakat secara langsung. Dengan adanya kegiatan ini, STITNU Al-Farabi Pangandaran menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program yang aplikatif dan solutif, sehingga keberadaan perguruan tinggi tidak hanya dirasakan di ruang akademik, tetapi juga nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *