Nasional

Kampung Coklat Blitar Sebagai Praktik Industri Kreatif Dalam Pengelolaan Wisata Edukasi

560
×

Kampung Coklat Blitar Sebagai Praktik Industri Kreatif Dalam Pengelolaan Wisata Edukasi

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia  – Kampung Coklat Blitar merupakan salah satu destinasi wisata edukasi berbasis industri kreatif yang berkembang pesat dan banyak diminati masyarakat. Dengan menggabungkan pengalaman pembelajaran, rekreasi, serta proses produksi cokelat berbasis kakao, destinasi ini bukan hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman edukatif yang bermakna. Biaya masuk yang terjangkau dan citra positif di kalangan pengunjung menjadikan kampung coklat sebagai pilihan favorit keluarga dan rombongan pelajar dalam pembelajaran kontekstual di luar kelas.

Peran edukatif Kampung Coklat Blitar sangat kuat terlihat dari berbagai kegiatan yang dirancang khusus untuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Misalnya, pada Jumat, 14 november 2025, Keluarga Besar Istri Perum Bulog Blitar mengikuti program edukasi industri cokelat yang dirancang melalui pendekatan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Peserta mengamati proses kakao dari biji hingga produk jadi, melihat proses produksi di pabrik, hingga berdiskusi di chocolate gallery, sehingga proses pembelajaran menjadi utuh dan nyata. Tidak hanya itu, rombongan dari Luwu Timur datang untuk mempelajari model pengembangan potensi kakao berbasis wisata, berdiskusi secara langsung dengan pengelola kampung coklat, dan melihat praktik pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar sebagai referensi pengembangan di daerah mereka.

Kampung Coklat Blitar menyajikan beragam kegiatan yang membuat belajar menjadi lebih menyenangkan dan kontekstual. Beberapa contoh kegiatan edukatif di lapangan:

Criollo fun outbound yang diikuti oleh siswa Ma As Sholihah Pasuruan, yang memadukan tantangan fisik, permainan kelompok, dan pembelajaran ringan untuk membangun kerja sama serta karakter peserta.

Pembelajaran mendalam membuat brownies cokelat oleh siswa Mts Al Azhar Sampung Ponorogo, yang diintegrasikan dalam sesi memahami, mengaplikasi, merefleksi,serta menggabungkan keterampilan kuliner, kreativitas, dan kewirausahaan.

Petualangan belajar tanaman kakao untuk anak Tk Kartika Iv-27 Trenggalek, dari pengenalan bibit dan praktik menanam hingga pengalaman di area animal feeding.

Pembelajaran kontekstual di alam terbuka bersama LPI Al Azhar Bandung Tulungagung, yang mengeksplorasi proses pertumbuhan bibit kakao, interaksi dengan lingkungan, serta pengalaman langsung memberi makan hewan di area edukasi.

Sumber https://kampungcoklat.id

Sumber https://kampungcoklat.id

Kegiatan-kegiatan ini menggambarkan bagaimana kampung coklat menerapkan pendekatan pembelajaran yang menyeluruh dan aplikatif, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran kurikulum sekolah.

Pada industri kreatif dan pemberdayaan lokal, keunggulan Kampung Coklat Blitar terletak pada kemampuannya menggabungkan proses produksi cokelat dengan pengalaman wisata yang edukatif. Pengunjung dapat melihat pabrik produksi cokelat di dalam kawasan, memahami proses dari budidaya kakao hingga menjadi produk olahan, serta menikmati berbagai produk cokelat dengan variasi rasa dan bentuk. Keberadaan fasilitas ini tidak hanya memberi pengalaman visual dan praktik, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang usaha kreatif berbasis bahan lokal.

Selain itu, kunjungan dari berbagai institusi pendidikan menunjukkan keberhasilan kampung coklat dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui kesempatan kerja dan keterlibatan masyarakat sekitar dalam operasional dan kegiatan wisata edukatif.

Sebagai destinasi wisata keluarga, kampung coklat juga dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang pengalaman pengunjung. Terdapat berbagai wahana ramah anak seperti kolam renang berukuran sesuai anak, dan area permainan yang interaktif. Untuk orang dewasa, tersedia fasilitas seperti terapi ikan, kursi pijat dan pendopo keluarga yang dapat digunakan untuk acara komunitas atau kegiatan keluarga. Kawasan ini juga menyediakan masjid yang luas untuk kenyamanan ibadah pengunjung. Pengalaman dan aksesibilitas pengunjung dengan biaya masuk yang relatif murah dan paket edukasi yang terstruktur menjadikan kampung coklat mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Pengalaman wisata di sini tidak hanya soal hiburan, tetapi juga pembelajaran yang aplikatif, seperti cooking class, kunjungan pabrik, serta paket edukasi yang selaras dengan kurikulum sekolah dan pembelajaran kontekstual di luar kelas.

Oleh sebab itu, kampung coklat blitar telah berhasil mengintegrasikan konsep industri kreatif dengan pembelajaran edukatif dan pengalaman wisata yang bermakna. Dengan kombinasi kegiatan edukatif, keterlibatan rombongan pendidikan dari berbagai daerah, serta fasilitas yang mendukung, kampung coklat menjadi contoh kuat destinasi wisata edukasi yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendidik. Bagi mahasiswa dan kalangan akademik, tempat ini layak dijadikan studi kasus tentang praktik pengelolaan industri kreatif, pemberdayaan masyarakat, dan pembelajaran kontekstual di luar kelas yang berkelanjutan.

Referensi:

NAFIAHTIN, D., & NISWATIN, N. (2024). ANALISIS DAMPAK WISATA EDUKATIF KAMPUNG COKLAT TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA DARUNGAN, KEBUPATEN BLITAR. JURNAL DESTINASI PARIWISATA Учредители: Universitas Udayana, 12(1), 94.

Identitas:

Nama: Revalina Amalia Safitri

Prodi: Ilmu Komunikasi

Nama Perguruan Tinggi: Universitas Muhammadiyah Malang

Pengalaman Organisasi: Anggota BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kabinet Restorasi 24/25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *