NasionalTeknologi

Ini Lima Bentuk Dukungan Digital Kemkomdigi untuk Sekolah Rakyat

102
×

Ini Lima Bentuk Dukungan Digital Kemkomdigi untuk Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo dalam kunjungan kerja ke Kantor Kemensos di Jakarta (foto: Humas Kemkomdigi)

Jakarta, Time Indonesia – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memeberikan lima bentuk dukungan digitalisasi terhadap pengembangan Program Sekolah Rakyat yang menjadi mandat langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial.

Dukungan itu mencakup penyediaan jaringan internet khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, serta pelatihan digital untuk guru Sekolah Rakyat, dan pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program.

“Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, dalam keterangannya terkait kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/08/2025).

Selain infrastruktur, Kementerian Komdigi juga akan memperkuat komunikasi publik dengan memanfaatkan kanal digital agar masyarakat luas mengetahui manfaat Sekolah Rakyat.

“Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tutur nya.

Menurut Angga, dukungan ini diperlukan karena Sekolah Rakyat merepresentasikan integrasi berbagai program pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menjelaskan, Sekolah Rakyat dibangun atas tiga kunci utama yang diarahkan Presiden Prabowo, yakni memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.

“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” jelas Mensos.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemkomdigi, Ismail, menambahkan, pihaknya juga akan melibatkan jaringan ekosistem digital, termasuk perusahaan rintisan (startup) dan platform digital untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

“Jika ada kebutuhan data, Komdigi sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat,” ungkap Ismail.

Dengan dukungan digitalisasi, Kementerian Komdigi berharap Sekolah Rakyat menjadi sekolah alternatif bagi masyarakat miskin sekaligus gerakan digital inklusif untuk pengentasan kemiskinan.

(sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *