BisnisNasional

Garuda Spark Hadirkan Perubahan Nyata bagi Startup Bandung

236
×

Garuda Spark Hadirkan Perubahan Nyata bagi Startup Bandung

Sebarkan artikel ini
Menkomdigi Meutya Hafid dalam acara Jabar Digital Ecosystem Report di Garuda Sparks Innovation Hub Bandung, Senin (05/01/2026). (Foto: Ardi W/Komdigi) Oleh Wahyu Sudoyo, Senin, 5 Januari 2026 | 23:07 WIB - Redaktur: Untung S

Time Indonesia- Tiga bulan berjalan, Garuda Spark Bandung mulai meninggalkan jejak yang nyata. Program inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ini tidak hanya menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran, tetapi juga melahirkan hasil konkret yang dirasakan langsung oleh ekosistem perusahaan rintisan (startup) dan talenta digital di Kota Bandung.

Diluncurkan pada September 2025, Garuda Spark Bandung kini telah berhasil mengkurasi dan mengembangkan 10 startup lokal. Bagi para pelaku startup, capaian ini menjadi sinyal penting bahwa di tengah ketidakpastian industri digital, kolaborasi masih mampu membuka jalan pertumbuhan.

Lebih dari sekadar angka, hasil Garuda Spark terlihat pada terbentuknya pola kerja baru di ekosistem startup Bandung. Startup yang sebelumnya berjalan sendiri kini terhubung dengan komunitas, kampus, mitra global, hingga pemerintah dalam satu ekosistem pembelajaran yang terbuka.

President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, menilai hasil Garuda Spark Bandung mencerminkan besarnya potensi digital masyarakat jika diberi akses yang tepat.

“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa belajar bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua terbuka dan gratis untuk warga Bandung,” ujarnya.

Dampak paling terasa muncul dari sektor pengembangan talenta muda. Dalam rangkaian kolaborasi bersama Alkademi dan mitra global, sebanyak 15.749 aplikasi berhasil dibuat oleh siswa SMK di Jawa Barat, sebuah capaian yang bahkan mendapatkan pengakuan Guinness World Record. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Garuda Spark Bandung tidak hanya menumbuhkan startup, tetapi juga menyiapkan generasi penerus ekosistem digital.

Bagi komunitas startup, hasil Garuda Spark Bandung juga tampak pada proses regenerasi. Vice President of Startup Bandung, Nur Islami Javad, menyebut program ini membantu menjembatani startup berpengalaman dengan generasi baru.

“Tahun 2025 penuh tantangan bagi startup. Garuda Spark membuka ruang regenerasi. Di komunitas kami ada 150 startup senior dan dampaknya menjangkau lebih dari 2.500 anak muda yang mulai terlibat,” ungkapnya.

Efek domino pun terlihat pada aktivitas komunitas. Event digital akhir tahun yang digelar komunitas startup Bandung diikuti sekitar 12.000 peserta daring, sementara sejumlah startup mulai menyusun sustainability report sebagai strategi bertahan dan tumbuh di tengah persaingan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menilai hasil awal Garuda Spark Bandung menunjukkan kekuatan pendekatan berbasis ekosistem.

“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ujarnya.

Menurut Meutya, keberhasilan awal ini membuktikan bahwa startup lokal membutuhkan ruang kolaboratif untuk saling belajar, bukan sekadar bersaing.

Hasil Garuda Spark Bandung kini menjadi contoh bahwa pembangunan ekosistem digital tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Ia bisa tumbuh dari ruang belajar yang terbuka, kolaborasi yang konsisten, dan kepercayaan pada potensi lokal.

Bandung, sekali lagi, menunjukkan bahwa ketika ide diberi ruang dan talenta diberi kesempatan, hasil nyata bukan lagi sekadar wacana, melainkan proses yang sedang berjalan.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *