Berita

Sosialisasi Membangun Kesadaran Bela Negara di Era Modern

1
×

Sosialisasi Membangun Kesadaran Bela Negara di Era Modern

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia — Semangat nasionalisme dan cinta tanah air terus digaungkan di kalangan generasi muda. Hal itulah yang menjadi fokus kegiatan sosialisasi bertema “Membangun Kesadaran Bela Negara di Era Modern” yang digelar di Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), sebagai bentuk implementasi mata kuliah Kewarganegaraan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan dari pihak Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru. Dalam sambutannya, pihak pesantren menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UMRI yang dinilai mampu memberikan edukasi positif kepada para santri mengenai pentingnya bela negara di tengah perkembangan zaman.

Dalam sesi pemaparan materi, para mahasiswa menjelaskan bahwa konsep bela negara di era modern tidak hanya identik dengan perjuangan fisik atau militer, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk nyata bela negara tersebut di antaranya menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati perbedaan, menaati peraturan, menjaga etika bermedia sosial, hingga meningkatkan kualitas diri demi kemajuan bangsa.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tantangan generasi muda di era globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Arus informasi yang tidak terbendung dinilai dapat membawa dampak positif maupun negatif apabila tidak disikapi secara bijak. Karena itu, para santri diajak untuk memiliki kemampuan literasi digital, menyaring informasi dengan cermat, serta menjaga nilai-nilai budaya dan nasionalisme di tengah derasnya pengaruh luar.

Materi sosialisasi juga menyoroti berbagai ancaman yang dapat melemahkan semangat bela negara, seperti penyebaran hoaks, cyber bullying, pengaruh budaya asing, radikalisme, hingga menurunnya kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Para peserta diajak memahami pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan bangsa.

Tak hanya itu, para pemateri turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti sesi diskusi, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pendapat terkait berbagai persoalan nasionalisme yang terjadi di lingkungan sekitar. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, edukatif, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh sembilan mahasiswa UMRI, yaitu Nabilla Febriani, Azwa Tahira Vindri, Septiani Ramadhani, Salsabilla Juasti, Luluk Elya Hasanah, Gea Diana, Yovita Aprilia Putri, Chiara Amelia, dan Rania Raudhatul Syifa. Masing-masing anggota memiliki tugas berbeda, mulai dari penyusunan materi, persiapan acara, dokumentasi, hingga penyampaian materi sosialisasi.

Adapun tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan pemahaman peserta mengenai makna bela negara di era modern, menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat persatuan, mengajak generasi muda bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan materi dan sesi foto bersama antara mahasiswa dan peserta. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap para santri dapat semakin memahami pentingnya kesadaran bela negara dan mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda diharapkan menjadi pribadi yang disiplin, bijak, dan bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah tantangan era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *