Nasional

Dinkes DKI Jakarta Gencarkan Deteksi Dini dan Skrining Lupus pada Perempuan

307
×

Dinkes DKI Jakarta Gencarkan Deteksi Dini dan Skrining Lupus pada Perempuan

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian serius terhadap tren peningkatan kasus penyakit Lupus. Penyakit yang dijuluki sebagai “penyakit seribu wajah” ini tercatat mengalami kenaikan jumlah pasien yang signifikan dari tahun ke tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, dalam webinar memperingati Hari Lupus Sedunia, di Jakarta, Senin (11/5/2026) mengungkapkan bahwa penguatan deteksi dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi kunci utama dalam menangani tantangan ini.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kasus Lupus yang terdeteksi di rumah sakit maupun FKTP terus merangkak naik. Berikut adalah rincian peningkatannya, pada 2023: 192.614 kasus, 2024: 238.954 kasus (naik sekitar 24% dari tahun sebelumnya), dan pada 2025: 247.743 kasus.

Sri menjelaskan bahwa peningkatan angka ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan sudah lebih waspada dan mengenali gejala Lupus. Namun di sisi lain, kenaikan ini menuntut peningkatan kompetensi nakes di FKTP agar dapat melakukan diagnosa secara tepat tanpa terjadi under diagnosis maupun over diagnosis.

Lupus dikenal sulit dideteksi karena gejalanya yang tidak spesifik dan seringkali menyerupai penyakit lain. Kondisi ini menyebabkan banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi faktor krusial agar warga dapat mengenali gejala awal dan segera mengakses layanan kesehatan. “Penting bagi teman-teman (tenaga kesehatan) melakukan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat tahu dan cepat mengakses ke layanan kesehatan,” ujarnya.

Hasil studi secara konsisten menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko 8 hingga 13 kali lebih tinggi untuk mengidap Lupus dibandingkan laki-laki. Oleh karena itu, program skrining pemerintah saat ini difokuskan pada Kelompok Sasaran: Perempuan usia 18 tahun ke atas, dan Metode: Penggunaan kuesioner khusus di FKTP, termasuk Puskesmas (Poli Cantin dan Poli PTM).

Hingga April 2026, data Dinkes DKI Jakarta menunjukkan bahwa dari 943 orang yang telah menjalani skrining di Puskesmas, sebanyak 22,4 persen di antaranya dicurigai Lupus dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta berharap seluruh FKTP, tidak hanya Puskesmas, dapat melakukan deteksi dini yang lebih terarah dan efektif. “Dengan penemuan kasus secara dini, diharapkan kondisi pasien tidak menjadi lebih parah saat dirujuk ke rumah sakit,” pesannya.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *