Tips

Kementerian UMKM Optimalkan Peran Pelaku Usaha di Program MBG

351
×

Kementerian UMKM Optimalkan Peran Pelaku Usaha di Program MBG

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pekerja mengemas menu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Rabu (8/4/2026). Di Provinsi Gorontalo saat ini beroperasi 44 dapur SPPG dari total 140 yang ditargetkan. Jumlah penerima manfaat MBG tercatat sebanyak kurang lebih 97.288 orang. SPPG Wongkaditi Barat setiap harinya mengolah 2.000 porsi MBG. MC Prov. Gorontalo/Nova/Haris

Time Indonesia – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatra melalui langkah strategis, salah satunya dengan memperkuat keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik saat Workshop Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Afirmatif Terdampak Bencana dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Mendukung Makan Bergizi Gratis di Provinsi Sumatera Barat.

Melalui keterangan resminya Jumat (10/4/2026), Riza menyampaikan peningkatan jumlah dapur dalam program MBG turut mendorong kebutuhan akan pemasok dari kalangan pengusaha UMKM.

“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana,” kata Riza.

Lanjutnya, pemerintah juga mendorong setiap dapur MBG untuk menerapkan kebijakan afirmatif dalam proses pengadaan, dengan mengutamakan pembelian produk-produk lokal hasil pengusaha UMKM.

Pengusaha UMKM kedepannya diharapkan dapat mengambil peran yang lebih besar sebagai bagian penting dalam mendukung program strategis nasional, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi erat dan berkelanjutan antara Kementerian UMKM, Badan Gizi Nasional, serta pemerintah daerah dalam menyiapkan pengusaha UMKM yang berkualitas, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan standar keamanan pangan, hingga penguatan tata kelola usaha.

Menurut Riza, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem MBG yang inklusif dan berkelanjutan, di mana pengusaha UMKM tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis yang mampu menyediakan produk pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas bagi masyarakat.

“Melalui sinergi antara dukungan afirmasi dan perluasan keterlibatan pengusaha UMKM dalam program MBG, diharapkan pengusaha UMKM terdampak bencana tidak hanya mampu bangkit, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing,” ujar Riza.

Ia juga berharap melalui workshop ini lahir pengusaha UMKM unggul sebagai pemasok yang kuat dan berdaya saing, siap memenuhi kebutuhan dapur serta menjalin kerja sama dengan SPPG di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatra Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *