Nasional

Pemerintah Minta RS Siaga Selama Periode Mudik Idulfitri 2026

440
×

Pemerintah Minta RS Siaga Selama Periode Mudik Idulfitri 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo saat konferensi pers bersama BPJS Kesehatan, Senin (9/3/2026). (Foto: BPJS Kesehatan)

Time Indonesia – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menegaskan kesiapan seluruh jaringan rumah sakit anggotanya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara optimal selama periode libur Lebaran 2026. Rumah sakit dipastikan tetap beroperasi 24 jam sehari selama tujuh hari seminggu guna menjamin masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh rumah sakit anggota di Indonesia. Surat tersebut berisi instruksi agar manajemen rumah sakit mempersiapkan berbagai aspek layanan menjelang masa libur panjang Idulfitri. “Kesiapan tersebut terutama mencakup pengelolaan tenaga medis, ketersediaan logistik kesehatan, serta pengecekan fasilitas penunjang layanan rumah sakit,” jelasnya, dalam konferensi pers bersama BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (9/3/2026).

PERSI juga menekankan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan oleh manajemen rumah sakit agar pelayanan tetap berjalan lancar selama periode Lebaran.

Pertama, rumah sakit diminta mengatur jadwal dokter jaga dan tenaga kesehatan secara optimal, sehingga layanan tetap berjalan meskipun sebagian staf mengambil cuti Lebaran.

Kedua, rumah sakit harus memastikan rantai pasok logistik kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan di instalasi farmasi serta perlengkapan medis lainnya.

Ketiga, dilakukan pengecekan fasilitas vital, seperti generator listrik (genset), alat pemadam kebakaran, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat atau potensi bencana.

IGD dan Layanan Cuci Darah Tetap Beroperasi

PERSI juga memastikan bahwa meskipun sebagian klinik rawat jalan biasanya tutup saat libur nasional, layanan kesehatan yang bersifat darurat dan krusial tetap berjalan.

Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta unit hemodialisis atau cuci darah dipastikan tetap beroperasi untuk melayani pasien yang membutuhkan penanganan segera maupun terapi rutin.

Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik, PERSI turut menekankan pentingnya sinergi antara rumah sakit dengan posko kesehatan di jalur mudik yang disiapkan oleh BPJS Kesehatan.

Menurut Bambang Wibowo, komunikasi yang terintegrasi antara posko kesehatan dan rumah sakit rujukan sangat penting untuk mempercepat penanganan pasien, terutama korban kecelakaan di jalur mudik. “Penting bagi kita untuk berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan utama supaya komunikasinya berjalan baik. Dengan begitu, saat ada rujukan dari posko, rumah sakit sudah siap menerima pasien,” ujarnya.

Koordinasi ini dinilai sangat vital, khususnya untuk menangani korban kecelakaan di jalur berisiko tinggi seperti jalan tol. Melalui kesiapan fasilitas dan sistem rujukan yang cepat, diharapkan angka fatalitas kecelakaan selama masa mudik dapat ditekan.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *