Nasional

BMKG: Waspada Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif, Cuaca Ekstrem Kepung Indonesia Sepekan Ke depan

192
×

BMKG: Waspada Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif, Cuaca Ekstrem Kepung Indonesia Sepekan Ke depan

Sebarkan artikel ini
iga Bibit Siklon Tropis Aktif di Selatan Indonesia. (Foto BMKG)

Time Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode awal Maret 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer, termasuk keberadaan tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG, Hasalika Nurjana pada Jumat (6/3/2026), menjelaskan bahwa beberapa wilayah mencatat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. “BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Nusa Tenggara Timur 63,2 mm per hari, Jawa Tengah 77,2 mm per hari, Jawa Timur 72,5 mm per hari, Jawa Barat 53,1 mm per hari, Sumatra Barat 67,5 mm per hari, dan Jambi 57,5 mm per hari,” ujarnya, dalam laporan prakiraan cuaca Mingguan BMKG untuk periode 6-12 Maret 2026.

Selain itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga tercatat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dengan curah hujan yang bervariasi. Menurut Hasalika, tingginya intensitas hujan dipengaruhi oleh keberadaan tiga bibit siklon tropis, yakni 90S, 93S, dan 92P yang berada di wilayah selatan Indonesia.

Bibit siklon tropis 90S diprakirakan berada di Samudera Hindia barat daya selatan Jawa Timur dan bergerak ke arah timur. Sistem ini diperkirakan melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan, namun dapat memicu terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Barat.  “Selain itu, sistem ini juga membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Barat serta dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat,” jelas Hasalika Nurjana.

Sementara itu, bibit siklon tropis 93S terpantau berada di perairan barat Australia Barat dan bergerak ke arah barat hingga barat daya dengan intensitas diperkirakan berada pada kategori sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Adapun bibit siklon tropis 92P diprakirakan berada di Teluk Carpentaria dan bergerak ke arah barat hingga barat daya. Sistem ini diprediksi melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan, namun tetap memicu terbentuknya low level jet serta daerah konvergensi dari laut timur hingga Laut Arafura bagian selatan.

Pengaruh Fenomena Atmosfer Global

Selain keberadaan bibit siklon tropis, kondisi cuaca juga dipengaruhi beberapa fenomena atmosfer lainnya, seperti pertemuan angin monsun dari utara dengan aliran baratan dari Samudra Hindia, serta aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 5 di wilayah maritim kontinen.  “Dalam sepekan ke depan, MJO diprediksi masih berada pada fase tersebut sehingga mendukung pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur,” kata Hasalika.

Selain itu, aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah. BMKG memprakirakan pada periode 6–8 Maret 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang.

Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Sementara itu, wilayah yang berstatus peringatan dini siaga terhadap hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk periode 9–12 Maret 2026, cuaca di Indonesia diprakirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan sedang hingga lebat tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta.

Hal yang sama juga diperkirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

BMKG menetapkan peringatan dini siaga hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. BMKG juga mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.  “BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi BMKG,” ujar Hasalika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *