Nasional

Indonesia Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk Layanan Jemaah

202
×

Indonesia Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk Layanan Jemaah

Sebarkan artikel ini
Kepala BPOM Taruna Ikrar saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengatakan program ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Foto: Badan POM)

Time Indonesia – Pemerintah Indonesia berencana ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi dalam upaya untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan program ini bukan sekadar aktivitas komersial, melainkan representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik.  “Selain itu, menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jemaah haji,” kata Taruna Ikrar saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) pada Senin (23/2/2026).

Lanjutnya, hal ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Taruna menegaskan BPOM akan mengawal ketat kewajiban pencantuman label berbahasa Arab dan format tanggal kedaluwarsa (Gregorian dan/atau Hijriah) sesuai standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk mencegah risiko penolakan saat clearance.  “Sesuai mandat pengawasan pre- dan post-market, BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara untuk memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi,” katanya.

Pemerintah Indonesia akan memasok beras dari petani dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji. Penyediaan beras ini akan menjadi tanggung jawab Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah berencana mengirim 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk ekspor perdana.  “Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi. Tanggal 28 [Februari] ini sudah akan diberangkatkan,” ungkap Zulkifli Hasan.

Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan Arab Saudi, salah satunya melalui kemitraan BPOM dengan SFDA terkait Pengawasan Kualitas dan Keamanan Obat dan Makanan yang telah berjalan sejak 2020 menjadi landasan kuat untuk memfasilitasi akses pasar produk pangan haji, termasuk beras.

Dengan pengawasan yang terintegrasi, diharapkan ekspor Beras Haji Nusantara dapat berjalan lancar dan menjadi model kolaborasi ekspor pangan strategis Indonesia ke pasar global.

Sumber 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *