Time Indonesia – Internet kini hampir tak bisa dipisahkan dari keseharian kita. Ke mana pun pergi, kebutuhan untuk tetap terhubung selalu ada. Maka wajar jika WiFi gratis yang tersedia di kafe, bandara, kampus, atau mal terasa seperti berkah. Tinggal sambung, langsung bisa browsing tanpa khawatir kuota terkuras.
Tapi di balik kenyamanan itu, ada risiko yang diam-diam mengintai, dan sayangnya masih banyak orang yang belum menyadarinya.
Jaringan Terbuka, Celah yang Terbuka Lebar
Tidak semua jaringan WiFi diciptakan sama. WiFi publik pada umumnya tidak dilengkapi sistem keamanan yang memadai, berbeda jauh dengan jaringan pribadi di rumah atau kantor. Kondisi inilah yang membuat jaringan publik kerap menjadi incaran para pelaku kejahatan siber.
Ketika Anda mengirim data melalui jaringan yang tidak aman, informasi seperti kata sandi, username, hingga data pribadi lainnya bisa saja terbaca oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Risiko itu semakin nyata ketika yang diakses adalah akun email, aplikasi mobile banking, atau dompet digital.
Serangan yang Tak Terlihat: Man in the Middle
Ada satu modus serangan yang patut diwaspadai ketika menggunakan WiFi publik, yaitu yang dikenal dengan istilah man in the middle. Singkatnya, pelaku menyusup secara diam-diam di antara koneksi Anda dan server tujuan.
Yang membuat serangan ini berbahaya adalah sifatnya yang tidak terasa. Proses browsing tampak berjalan seperti biasa, padahal di saat bersamaan data Anda sedang dipantau, bahkan bisa dimodifikasi oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan Anda.
Waspada WiFi dengan Nama yang Mirip
Pernah melihat dua nama jaringan WiFi yang hampir sama di satu lokasi? Bisa jadi salah satunya adalah jebakan. Trik ini dikenal sebagai evil twin, di mana pelaku sengaja membuat jaringan palsu dengan nama yang menyerupai WiFi resmi, misalnya WiFi kafe atau bandara tertentu.
Pengguna yang kurang teliti bisa dengan mudah terhubung ke jaringan yang salah. Begitu tersambung, semua aktivitas internet Anda termasuk saat login ke berbagai akun sudah bisa dipantau oleh si pelaku.
Malware Bisa Masuk Tanpa Disadari
Ancaman lain yang tidak kalah serius adalah penyebaran malware melalui jaringan publik. Perangkat yang tersambung ke WiFi tidak aman berpotensi menerima file berbahaya atau diarahkan ke situs-situs yang berisiko.
Jika sudah terinfeksi, malware bisa menyebabkan berbagai kerugian, mulai dari pencurian data pribadi hingga perangkat yang mendadak lemot dan tidak berfungsi normal.
Tetap Aman Meski Pakai WiFi Publik
Bukan berarti WiFi publik harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada kebiasaan dan kewaspadaan pengguna itu sendiri. Saat menggunakan jaringan umum, sebaiknya hindari membuka akun-akun penting seperti mobile banking, email utama, atau dompet digital. Pastikan juga situs yang dikunjungi sudah menggunakan koneksi aman (https), serta nonaktifkan fitur koneksi otomatis agar perangkat tidak sembarangan tersambung ke jaringan yang tidak dikenal.
Sebagai lapisan perlindungan tambahan, penggunaan VPN (Virtual Private Network) juga semakin disarankan, terutama ketika terpaksa mengakses internet melalui WiFi publik. VPN bekerja dengan mengenkripsi lalu lintas data sehingga aktivitas online Anda menjadi jauh lebih sulit dipantau oleh pihak lain di jaringan yang sama.
Jika memang harus melakukan aktivitas yang sensitif, menggunakan hotspot pribadi dari ponsel tetap menjadi pilihan yang lebih aman dibanding bergantung sepenuhnya pada WiFi gratis.
Di era digital seperti sekarang, kenyamanan memang menggoda. Namun dengan sedikit kewaspadaan dan kebiasaan yang tepat, Anda tetap bisa menikmati WiFi gratis di mana saja tanpa harus mempertaruhkan keamanan data pribadi.












