Nasional

Menpora Apresiasi CdM Usai Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025

456
×

Menpora Apresiasi CdM Usai Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025

Sebarkan artikel ini
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menerima kunjungan Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025, Reda Manthovani, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (18/2/2026)./Foto Humas Kemenpora

Time Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menerima kunjungan Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025, Reda Manthovani, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (18/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menpora menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kontingen Merah Putih memborong 135 medali emas dan finis sebagai runner up pada ajang yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, Januari lalu.

Menurut Erick, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara atlet, pelatih, ofisial, dan CdM sebagai pemimpin kontingen.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Reda yang menuntaskan tugasnya sebagai CdM dengan sukses. Dengan kepemimpinan beliau, kontingen kita terus terpacu menjawab tantangan dan mempersembahkan yang terbaik,” ujar Erick.

Ia menegaskan, hasil di ASEAN Para Games harus menjadi modal untuk menghadapi tantangan berikutnya, yakni Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung Oktober mendatang.

“Kita tidak boleh terlena dengan hasil lalu. Ajang besar Asian Para Games sudah menanti. Para atlet harus kembali fokus mempersiapkan diri karena mereka adalah duta bangsa di level Asia,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah terus memperkuat fasilitas pelatihan, termasuk melalui pengembangan Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah, yang sebelumnya telah dikunjungi Menpora.

Menurut Erick, pusat pelatihan tersebut dirancang untuk memastikan atlet disabilitas memperoleh program latihan terpadu, terukur, dan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing di ajang multievent internasional.

Menpora menegaskan komitmen pemerintah mendukung perjuangan atlet sejak tahap persiapan hingga kompetisi, sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi prestasi olahraga disabilitas Indonesia di kancah global.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *