Time Indonesia – Melimpahnya hasil panen pepaya di Desa Dames Damai yang kerap mengalami penurunan harga mendorong lahirnya inovasi olahan bernilai tambah berupa puding pepaya. Inovasi ini dinilai sebagai solusi kreatif untuk mengolah pepaya saat harga turun sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Sekretaris Desa Dames Damai Erwin Wilyandi, SH, menyampaikan bahwa “Pembuatan puding pepaya memiliki potensi usaha yang menjanjikan karena dapat dilakukan ketika harga pepaya menurun”. Menurutnya, inovasi ini membuka kesempatan bagi ibu-ibu PKK untuk membangun usaha mandiri dari pengolahan pepaya, bahkan mendorong lahirnya inovasi olahan pepaya lainnya ke depan.

Kegiatan KKN PMD Universitas Mataram Tahun 2025/2026 di Desa Dames Damai, Kecamatan Suralaga, berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal desa. Mahasiswa KKN PMD UNRAM melaksanakan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan puding pepaya sebagai alternatif olahan bernilai tambah dengan bahan baku yang mudah diperoleh.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Wakil Ketua Ibu PKK Desa Dames Damai, Yuliy Herawati Rahma, S.Pd., menyampaikan bahwa “Inovasi puding pepaya menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam pemanfaatan pepaya”. Sementara itu, Kepala Dusun Suka Damai, Muh. Adrian Pahrurrozi, S.Pd., menilai puding pepaya memiliki cita rasa khas dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi puding pepaya mampu meningkatkan nilai ekonomis komoditas lokal serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Dames Damai.












