Time Indonesia – Bebidas, Wanasaba, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram periode Desember 2025 hingga Februari 2026 yang bertugas di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pakan ternak dari limbah kulit kakao pada Jumat, 17 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bebidas dan menjadi salah satu program kerja unggulan yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal desa serta pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan peternakan.

Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pakan ternak ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah limbah kulit kakao menjadi pakan ternak alternatif yang dapat dikonsumsi oleh ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Desa Bebidas merupakan salah satu wilayah dengan potensi perkebunan kakao yang cukup besar, sehingga menghasilkan limbah kulit kakao dalam jumlah melimpah setiap musim panen. Namun, selama ini limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan.
Audiens sasaran dalam kegiatan ini meliputi peternak, petani kakao, kepala dusun, serta tokoh pemuda se-Desa Bebidas. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman serta mendorong keberlanjutan penerapan teknologi sederhana pengolahan limbah kulit kakao di tingkat desa. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat program ini dinilai relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk mendukung kualitas materi dan keilmuan yang disampaikan, kegiatan ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Ir. Bulkaini, MP., dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Mataram (UNRAM). Kehadiran pemateri dari kalangan akademisi memberikan nilai tambah tersendiri bagi kegiatan ini, karena materi yang disampaikan didasarkan pada kajian ilmiah serta pengalaman praktis di bidang nutrisi dan pakan ternak. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan potensi kandungan nutrisi limbah kulit kakao, manfaatnya sebagai bahan pakan ternak alternatif, serta teknik pengolahan yang tepat agar aman dan layak dikonsumsi oleh ternak sapi dan kambing.
Kegiatan sosialisasi tidak hanya berupa penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai manfaat ekonomi dan lingkungan dari pemanfaatan limbah kulit kakao. Peserta diberikan pemahaman bahwa pengolahan limbah kulit kakao menjadi pakan ternak dapat membantu menekan biaya pakan, meningkatkan efisiensi usaha peternakan, serta mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah pertanian. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendukung kesejahteraan peternak dan petani kakao di Desa Bebidas.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik atau pelatihan pembuatan pakan ternak secara langsung di lokasi. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melihat dan terlibat langsung dalam proses pengolahan limbah kulit kakao, mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan, hingga pakan siap diberikan kepada ternak. Praktik langsung ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah atau kelompok ternak masing-masing.
Mahasiswa KKN berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, koordinasi dengan pemateri, hingga pendampingan peserta selama praktik berlangsung. Sinergi antara mahasiswa, narasumber, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Pemerintah Desa Bebidas turut mendukung penuh pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi dan pemanfaatan potensi lokal desa.
Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pakan ternak dari limbah kulit kakao ini, diharapkan masyarakat Desa Bebidas dapat memperoleh alternatif solusi dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor peternakan. Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi berbasis sumber daya lokal serta mendorong terciptanya sistem pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan edukatif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program pembuatan pakan ternak dari limbah kulit kakao di Desa Bebidas diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu praktik baik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.












