Time Indonesia – Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki peran yang strategis dalam membangun kemampuan berbahasa sekaligus membentuk karakter dan keterampilan dasar siswa. Akan tetapi, dalam praktiknya, pembelajaran Bahasa Indonesia masih sering berfokus pada aspek kognitif, seperti membaca dan menulis teks. Keterlibatan fisik dan keterampilan psikomotor siswa belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran cenderung pasif dan kurang bermakna bagi siswa.
Pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik terarah seperti ini membuat siswa lebih focus, antusias dan lebih semangat dalam belajar. Mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa pembelajaran akan lebih bermakna apabila siswa terlibat secara aktif, baik secara mental maupun fisik (Hamalik, 2017).
Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan potensi siswa secara utuh, baik dari aspek kognitif maupun psikomotor, sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 (Dale, 2016).
Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pembelajaran dan kompetensi guru di sekolah, memberikan bantuan IFP (Interactive Flat Panel) Smartboard. IFP Smartboard, yaitu papan digital interaktif yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran. IFP Smartboad ini dapat dimanfaatkan siswa untuk belajar melalui sentuhan, visual dinamis, dan interaksi secara langsung.
IDEGASPO (Ide atau Gagasan Pokok) hadir sebagai inovasi media pembelajaran digital yang dirancang untuk membantu siswa memahami ide pokok dan gagasan pendukung dalam teks Bahasa Indonesia melalui aktivitas edukatif terstruktur.
Isi
IDEGASPO dirancang untuk memudahkan siswa memahami gagasan pokok dalam paragraf dengan cara yang kreatif. Didesain menggunakan platform Canva, aplikasi ini mengusung desain visual yang menarik, animasi sederhana, dan bahasa yang mudah dipahami siswa-siswa. Media ini dirancang dengan tampilan visual yang menarik, instruksi yang berisi fitur-fitur yang menarik, serta aktivitas yang mendorong siswa untuk bergerak dan berinteraksi secara langsung.
IDEGASPO berisi menu CP dan TP, daftar isi, membaca materi, latihan soal, evaluasi melalui game edukasi Zeep Quiz dan juga data pengembang media. Aplikasi ini tidak hanya mengajarkan gagasan pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas, tetapi juga memberikan panduan praktis untuk mengidentifikasi ide pokok dalam berbagai jenis teks. Dengan pendekatan aplikatif, IDEGASPO menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga menyenangkan.
Setelah membaca materi, siswa diminta secara bergiliran maju ke depan kelas untuk menentukan ide pokok dengan menyentuh layar Smartboard, menghubungkan gagasan pendukung, atau mengelompokkan informasi penting. Aktivitas ini melibatkan koordinasi mata dan tangan, ketepatan gerak, serta keterampilan manipulatif yang merupakan bagian dari keterampilan psikomotor.

Implementasi IDEGASPO dilaksanakan pada siswa kelas IV dan kelas VI SDN Padas 2 Tanon Sragen. IDEGASPO menggunakan capaian pembelajaran Fase B dan C. Aplikasi memudahkan pengelolaan pembelajaran yang aktif dan bermakna. Guru dapat mengamati secara langsung keterlibatan dan perkembangan keterampilan psikomotor siswa, memberikan penguatan, serta menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas IV yaitu Ibu Isma, sebelum penggunaan aplikasi ini, banyak siswa mengalami kesulitan memahami bacaan secara utuh. Bu Isma juga menuturkan, “Sebelum menggunakan media IDEGASPO, siswa sering mengalami kebingungan dalam mencari ide pokok. Mereka membaca teks berulang-ulang, tetapi masih belum dapat memahami bacaan teksnya. Bahkan banyak yang hanya menyalin kalimat pertama paragraf sebagai ide atau gagasan pokoknya.” Selain itu Bu Sri selaku wali kelas VI juga menyampaikan “setiap siswa disuruh untuk menentukan ide atau gagasan pokok suatu paragraf, siswa hanya mengambil kalimat pertama atau kalimat terakhir pada setiap paragraf”.
Setelah IDEGASPO diterapkan melalui IFP Smartboard, Bu Isma menyampaikan perubahan yang nyata dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih terarah saat membaca dan mulai mampu membedakan antara ide pokok dan gagasan pendukung. Bu Sri juga menuturkan setelah menerapkan IDEGASPO selain mengembangkan keterampilan psikomotor, IDEGASPO berbasis IFP Smartboard juga mendorong keterampilan sosial emosional siswa. Interaksi yang terjadi selama pembelajaran, seperti diskusi kelompok, kerja sama, dan saling memberi umpan balik, menciptakan suasana belajar yang positif dan menyenangkan. Siswa merasa dihargai karena diberi kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung, sehingga kepercayaan diri mereka meningkat”.
Siswa Kelas VI bernama Zoya menyampaikan setelah menggunakan aplikasi IDEGASPO. “Belajar Bahasa Indonesia jadi lebih menyenangkan, dapat mengetahui bagaimana mencari ide pokok dan kalimat penjelas”.
Siswa lain kelas IV bernama Afrizal menambahkan, “Pelajaran Bahasa Indonesia itu bacaanya panjang jadi males membaca, sekarang lebih mudah karena ada langkahnya memahami isi teks, yang paling seru game Zeep Quiz yang bisa buat balapan.”
Keberhasilan aplikasi IDEGASPO tidak lepas dari peran guru dan orang tua. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing siswa ketika diperlukan, sementara orang tua dapat mendampingi siswa saat menggunakan media pembelajaran di rumah.
Inovasi IDEGASPO berbasis IFP Smartboard memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif dan bermakna. Melalui aktivitas edukatif terstruktur, siswa tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga mengembangkan keterampilan psikomotor, sosial, dan emosional secara terpadu. Pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
SRI LESTARI
MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA












