Nasional

PENGABDIAN MASYARAKAT HADIRKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BAGI UMKM CARANG MAS PACET

557
×

PENGABDIAN MASYARAKAT HADIRKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BAGI UMKM CARANG MAS PACET

Sebarkan artikel ini

Time Indonesia – UMKM pangan berbasis bahan baku lokal memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat pedesaan. Keberadaan UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pelaku usaha, tetapi juga menopang mata pencaharian petani, pedagang, dan tenaga kerja di sekitarnya. Namun, pada praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam proses produksi akibat penggunaan peralatan manual yang kurang efisien.

Kondisi tersebut dialami oleh UMKM carang mas milik Bu Lis di Desa Waru Gunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Proses penyawutan ubi sebagai tahapan awal produksi masih dilakukan secara manual dengan alat tradisional. Proses ini membutuhkan waktu lama, menguras tenaga, serta menghasilkan ketebalan sawutan yang tidak seragam. “Selama ini kami menyawut ubi masih manual. Kalau pesanan banyak, tenaga cepat capek dan prosesnya lama, sering kali pesanan tidak terpenuhi” ungkap Bu Lis.

Ketidakteraturan ketebalan sawutan berdampak langsung pada kualitas produk carang mas saat proses penggorengan. Produk menjadi kurang seragam dari sisi warna dan tekstur, sehingga kualitas hasil produksi sulit dijaga secara konsisten. Selain itu, beban kerja fisik yang tinggi berpotensi menurunkan kenyamanan dan keselamatan kerja, terutama ketika produksi dilakukan dalam jumlah besar. Jika kondisi ini terus dibiarkan, UMKM akan kesulitan meningkatkan kapasitas produksi dan berisiko tertinggal dalam persaingan pasar.

Permasalahan tersebut mendorong tim pengabdian dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk menghadirkan solusi berupa teknologi tepat guna. Salah satu anggota Sub Kelompok 1, Ovika Agustin Anugrah Niawan, menyampaikan bahwa perancangan alat ini berangkat dari hasil observasi langsung di lokasi mitra. “Kami melihat langsung bagaimana proses manual sangat melelahkan dan memakan waktu, sehingga kami merasa proses tersebut perlu ada perlu otomatisasi . Dari situ kami merancang mesin yang sederhana, aman, dan benar-benar sesuai kebutuhan UMKM,” jelasnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Wandah Widyantika, yang menekankan pentingnya kenyamanan kerja operator. “Selain meningkatkan kecepatan produksi, kami juga fokus pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar alat ini benar-benar bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Rizal Hidayatulloh menyoroti hasil uji coba alat yang telah dilakukan bersama mitra. “Dari hasil uji coba, waktu penyawutan jauh lebih singkat dan hasilnya lebih seragam dibandingkan cara manual,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merancang dan menerapkan mesin sawut ubi otomatis dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta ergonomi operator. Mesin ini dirancang dengan sistem kerja sederhana, komponen yang aman, dan mudah dioperasikan oleh pelaku UMKM. Penerapan teknologi ini tidak bertujuan menggantikan tenaga kerja, melainkan membantu meringankan beban kerja dan meningkatkan efisiensi proses produksi.

 

Kezia Ferlince Forno, anggota Sub Kelompok 1, menambahkan bahwa keterlibatan langsung bersama mitra UMKM menjadi pengalaman penting dalam proses pengabdian ini. “Dengan terjun langsung ke lapangan, kami jadi lebih memahami kebutuhan UMKM. Mesin ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga agar mudah diimplementasikan oleh pelaku usaha,” jelasnya.

Dengan adanya mesin sawut otomatis, proses penyawutan diharapkan tidak lagi menjadi hambatan utama produksi. Keseragaman hasil sawutan dan kecepatan proses menjadi dasar penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara berkelanjutan.

Penerapan mesin sawut ubi otomatis diharapkan mampu memberikan perubahan jangka panjang bagi UMKM carang mas. Proses produksi yang lebih cepat, aman, dan nyaman diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi harian serta menjaga konsistensi kualitas produk. Dengan demikian, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi permintaan pasar secara stabil dan memperluas jangkauan pemasaran.

Bu Lis berharap inovasi teknologi tepat guna seperti ini dapat terus dikembangkan dan dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak pelaku UMKM. “Bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi usaha kecil seperti kami. Kerjanya jadi lebih ringan dan hasilnya lebih rapi. Semoga ke depan produksi bisa terus meningkat dan usaha kami bisa lebih maju,” tuturnya.

Dosen Pembimbing, Novi Andari, S.S., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar memecahkan masalah nyata di masyarakat. Sinergi antara kampus dan UMKM seperti ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga memberi dampak positif yang nyata bagi pengembangan usaha dan perekonomian masyarakat sekitar ,” jelasnya.

Hasil penerapan mesin sawut ubi otomatis menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kinerja produksi UMKM Carang Mas. Waktu penyawutan berkurang secara nyata, sementara hasil sawutan menjadi lebih seragam dengan ketebalan yang terkontrol. Kapasitas produksi harian meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Selain peningkatan produktivitas, mitra UMKM juga merasakan penurunan tingkat kelelahan kerja. Proses produksi menjadi lebih aman dan nyaman karena risiko cedera dapat diminimalkan melalui desain alat yang memperhatikan aspek K3. “Sekarang kerjanya tidak terlalu menguras tenaga dan lebih aman,” tambah Bu Lis.

Peningkatan kapasitas produksi ini memberikan dampak lanjutan terhadap lingkungan ekonomi sekitar. Kebutuhan bahan baku ubi dari pemasok lokal meningkat, sehingga memberikan manfaat langsung bagi petani setempat. Aktivitas produksi yang lebih stabil juga membuka peluang kerja pada tahapan produksi lanjutan, seperti penggorengan, pengemasan, dan distribusi.

Secara keseluruhan, inovasi mesin sawut ubi otomatis ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang sederhana dan tepat sasaran mampu memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, serta mendorong pergerakan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Nama Penulis : Wandah Widyantika Universitas : Universitas 17 Agustus 1945

Nama Dosen Pembimbing : Novi Andari, S.S., M.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *