Disusun oleh:
Dewi Purnama Wati 250502030
Pendahuluan
Personal branding adalah proses membangun, mengelola, dan memasarkan citra diri seseorang sehingga dikenal dengan nilai, keunikan, dan memiliki kompetensi tertentu di mata publik. Intinya, personal branding bukan sekadar pencitraan atau berpura-pura menjadi orang lain, tetapi menampilkan versi terbaik dari diri sendiri secara autentik dan konsisten.
Di era digital, personal branding tidak hanya terjadi secara langsung. Menurut Labrecque, Markos, dan Milne (2011), personal branding mencakup proses sadar individu dalam membentuk identitas online dan offline agar sesuai dengan citra diri yang diinginkan. Dengan berkembangnya teknologi, personal branding kini juga banyak dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tanpa sadar sudah membangun personal branding
Media sosial menyediakan ruang bagi individu untuk menampilkan identitas, nilai, dan keahlian mereka kepada publik luas. Fenomena ini tercermin dalam berbagai studi yang menyatakan bahwa personal branding merupakan strategi penting bagi remaja untuk menavigasi tekanan sosial di media digital dan membantu mereka menonjol secara autentik di dunia maya.
Bagi pelajar dan generasi muda, pemahaman tentang personal branding menjadi sangat penting karena media sosial telah menjadi platform utama untuk mengekspresikan diri, menunjukkan kemampuan, serta membentuk citra positif. Dengan demikian, personal branding di era digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan diri, tetapi juga sebagai strategi untuk membuka peluang dan meningkatkan literasi digital yang etis dan profesional (Widyowati, Sarungu, & Wicaksono, 2025).
Penulisan esai ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya personal branding digital, menganalisis tantangan dan peluang yang muncul, serta memberikan pemahaman mengenai strategi membangun personal branding yang efektif dan konsisten bagi individu.
Isi
Pentingnya Personal Branding di Era Digital
Menurut penulis personal branding di era digital sangat penting karena kehidupan di zaman sekarang hampir seluruhnya menggunakan teknologi digital atau berbasis online oleh karena itu manusia tidak bisa lepas dengan yang namanya media online. Saat ini, banyak orang saling mengenal melalui media online seperti Instagram, LinkedIn, bahkan melalui komentar dan aktivitas di TikTok maupun media sosial lainnya.
Alasan mengapa personal branding perlu dibangun di era digital adalah karena ketika seseorang ingin mencari pekerjaan, mencari klien, atau bahkan calon pasangan, biasanya orang lain akan terlebih dahulu melakukan pencarian informasi di internet. Mereka akan mencari nama, melihat foto, menilai unggahan media sosial, serta memperhatikan akun yang diikuti. Oleh karena itu, membangun personal branding di era digital menjadi sangat penting.
Ketika portofolio digital disusun dengan rapi, menarik, dan menunjukkan pribadi yang bertanggung jawab, hal tersebut akan memberikan kesan pertama yang baik sebelum bertemu secara langsung. Kesan pertama ini dapat menjadi modal besar dalam membuka berbagai peluang. Sebaliknya, jika seseorang tidak membangun personal branding dengan baik dan yang ditemukan justru unggahan negatif, tidak terarah, atau bahkan tidak memiliki jejak digital yang bermakna, maka hal tersebut dapat menimbulkan persepsi kurang baik dan menimbulkan keraguan dari orang lain.
Tantangan dalam Membangun Personal Branding
Dalam membangun personal branding di era digital, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut antara lain adalah tuntutan untuk selalu jujur, konsisten dalam membangun citra diri, menghadapi algoritma media sosial yang tidak menentu, serta keharusan untuk terus beradaptasi dengan tren yang berubah dengan cepat. Selain itu, individu juga perlu mempersiapkan mental untuk menghadapi kritik dari publik.
Di satu sisi, personal branding harus ditampilkan secara menarik, tetapi di sisi lain tidak boleh dilakukan dengan berpura-pura. Konsistensi juga sering menjadi tantangan karena kondisi suasana hati yang tidak selalu stabil. Sudah rutin membuat konten, namun algoritma tidak mendukung, serta tuntutan mengikuti tren yang terus berubah dapat terasa melelahkan.
Cara Membangun Personal Branding di Era Digital
Personal branding di era digital dapat dibangun dengan cara yang efektif melalui langkah-langkah berikut:
1. Menjadi diri sendiri dan tidak memaksakan diri. Mulailah dari hal yang disukai dan dikuasai. Misalnya, jika menyukai memasak, maka mulailah dengan membuat konten seputar memasak dan jadikan hal tersebut sebagai identitas diri.
2. Membersihkan jejak digital dengan memprivasi atau menghapus konten lama yang tidak bermanfaat atau bernilai negatif contohnya seperti konten-konten berbicara dengan bhasa yang kasar.
3. Memilih platform media sosial yang tepat untuk membangun personal branding. Tidak perlu menggunakan banyak platform, cukup dua platform saja namun dikelola secara fokus, misalnya LinkedIn untuk citra profesional dan Instagram atau TikTok untuk konten positif.
4. Berani tampil berbeda dalam membuat konten selama tetap bersifat positif dan bermanfaat. Tidak harus selalu mengikuti tren, tetapi dapat menciptakan ide sendiri.
5. Berani menghadapi kritik dan memiliki mental yang kuat dengan mengabaikan komentar negatif yang tidak membangun. Mencoba mengbaikan sesuatu yang tidak perlu dan tidak bermanfaat bagi kita
6. Membatasi hal-hal yang bersifat pribadi dan memilih mana yang layak diketahui publik agar tidak mengganggu kenyamanan.
7. Membangun personal branding secara konsisten dan melakukan evaluasi secara berkala.
Membangun personal branding sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Proses ini dapat dimulai dari hal-hal kecil yang positif dan bermanfaat serta dilakukan secara konsisten dan nyaman agar tidak mengganggu kesehatan mental. Dengan demikian personal branding yang dibangun dengan percaya diri dan fokus pada tujuan awal akan memberikan dampak yang baik di masa depan.
Sebagai contoh, dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2025 oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Riau di SMA Negeri 2 Siak Hulu dengan tema Personal Branding Remaja, melakukan wawancara dengan salah satu siswa bernama Arumi Nabila Salwa. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut sangat bermanfaat karena pentingnya membangun citra diri yang positif sejak sekarang untuk masa depan.
Kesimpulan
Menurut prnulis personal branding di era digital bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk membangun masa depan. Setiap individu memiliki potensi untuk menampilkan versi terbaik dari dirinya agar dapat dikenal, diterima, dan dihargai oleh lingkungan sekitar. Personal branding harus dibangun dengan kejujuran, bukan kepura-puraan, karena menciptakan citra diri palsu justru dapat merugikan diri sendiri.
Jejak digital akan menjadi identitas yang melekat pada diri seseorang. Oleh karena itu, konsistensi dalam memperkenalkan diri serta kemampuan mengelola media sosial secara bijak menjadi hal yang sangat penting. Dengan memahami tantangan serta solusi dalam membangun personal branding, individu dapat terhindar dari tekanan sosial yang berlebihan.
Apa yang dilakukan hari ini dapat memengaruhi kehidupan di masa depan. Proses personal branding harus dipahami sebagai proses yang dinamis dan berkelanjutan, bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Dengan menguasai diri dan terus bertumbuh secara positif, individu dapat membangun personal branding yang kuat dan bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan.
Daftar Pustaka
Labrecque, L. I., Markos, E., & Milne, G. R. (2011). Online personal branding: Processes, challenges, and implications. Journal of Interactive Marketing, 25(1), 37–50.
Widiyowati, E., Sarungu, L. M., & Wicaksono, A. B. (2025). Personal branding: Strategi membangun reputasi diri di era media sosial. Jurnal SOLMA, 14(2), 2406–2416.












